Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 03.20 WIB

7 Alasan Mengapa Ketidakselarasan Hobi Dapat Menjadi Tantangan dalam Hubungan Romantis

seseorang yang memiliki perbedaan hobi dengan pasangannya./Magnific/jcomp - Image

seseorang yang memiliki perbedaan hobi dengan pasangannya./Magnific/jcomp

JawaPos.com - Dalam hubungan romantis, perbedaan adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin dihindari. Dua orang dapat memiliki kepribadian, latar belakang, kebiasaan, hingga cara menghabiskan waktu luang yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak selalu menjadi masalah. Bahkan, dalam banyak kasus, perbedaan justru membuat hubungan terasa lebih menarik.

Namun, bagaimana jika perbedaan tersebut berkaitan dengan hobi dan aktivitas yang dianggap penting oleh masing-masing pasangan?

Bayangkan seseorang yang sangat menikmati aktivitas luar ruangan, seperti mendaki gunung, bersepeda, atau berkemah, sementara pasangannya lebih senang menghabiskan akhir pekan di rumah dengan membaca buku, menonton film, atau bermain gim. Pada awal hubungan, perbedaan ini mungkin terasa biasa saja. Akan tetapi, seiring hubungan menjadi semakin serius, ketidakselarasan tersebut dapat mulai memunculkan pertanyaan: “Kita sebenarnya punya cukup banyak waktu untuk menikmati hidup bersama, tetapi mengapa kita justru ingin melakukan hal yang berbeda?”

Dalam psikologi hubungan, persoalannya sebenarnya bukan sekadar apakah pasangan memiliki hobi yang sama atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana hobi tersebut berkaitan dengan kebutuhan emosional, waktu bersama, identitas pribadi, dan cara seseorang membangun kedekatan dengan pasangannya.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (7/10), terdapat tujuh alasan mengapa ketidakselarasan hobi dapat menjadi tantangan dalam hubungan romantis.

1. Hobi Sering Menjadi Bagian dari Identitas Diri

Bagi sebagian orang, hobi bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Hobi dapat menjadi bagian penting dari cara seseorang memahami dirinya sendiri.

Seseorang mungkin tidak hanya mengatakan, “Saya suka fotografi.” Ia mungkin merasa bahwa fotografi adalah bagian dari siapa dirinya. Begitu pula seseorang yang menganggap dirinya sebagai pencinta alam, penggemar musik, gamer, pembaca buku, pelari, atau penggemar olahraga tertentu.

Karena itu, ketika pasangan tidak tertarik terhadap hobi yang sangat penting bagi dirinya, seseorang dapat merasakan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar perbedaan selera.

Ia mungkin berpikir:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore