Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 05.11 WIB

Lebih Tenang dan Tangguh! 5 Strategi Mengelola Stres dalam Kehidupan Sehari-hari

ilustrasi orang yang melakukan meditasi. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang melakukan meditasi. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kesibukan dan berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari terkadang membuat seseorang merasa tertekan. Mulai dari persoalan pekerjaan, masalah keluarga, hingga perubahan yang tidak terduga, berbagai situasi tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, memiliki ketahanan mental menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan. Mental yang tangguh bukan berarti seseorang tidak pernah merasa sedih, takut, atau cemas, melainkan mampu memahami emosinya dan mencari cara yang sehat untuk menghadapi kesulitan.

Membangun ketahanan mental juga membutuhkan proses. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang mengelola tekanan, menjaga keseimbangan emosi, dan memandang persoalan dari sudut pandang yang lebih jernih.

Dilansir dari English Jagran, terdapat lima cara yang dapat diterapkan untuk memperkuat mental sekaligus membantu mengelola stres dengan lebih efektif. Mulai dari membangun pola pikir positif hingga membiasakan diri berbicara dengan lebih baik kepada diri sendiri, berikut penjelasannya.

1. Biasakan Pola Pikir Positif dan Terbuka terhadap Pembelajaran

Cara pertama untuk membangun mental yang kuat adalah membiasakan diri melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar. Pola pikir berkembang atau growth mindset mengajarkan bahwa kemampuan seseorang dapat terus ditingkatkan melalui latihan, pengalaman, dan ketekunan.

Ketika menghadapi kegagalan, seseorang dengan pola pikir ini tidak langsung menganggap dirinya tidak mampu. Sebaliknya, kegagalan dipandang sebagai bahan evaluasi untuk menemukan pendekatan yang lebih tepat.

Kamu bisa mulai menerapkannya dengan menetapkan target yang realistis dan membaginya menjadi langkah-langkah kecil. Ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, cobalah mengevaluasi hal-hal yang masih bisa diperbaiki daripada terus menyalahkan diri sendiri.

Pola pikir positif bukan berarti mengabaikan masalah atau memaksakan diri untuk selalu bahagia. Hal yang lebih penting adalah menerima kenyataan, mengenali hal-hal yang dapat dikendalikan, dan berusaha mengambil langkah yang memungkinkan.

2. Luangkan Waktu untuk Mindfulness dan Meditasi

Mindfulness atau perhatian penuh merupakan praktik menyadari apa yang sedang terjadi pada diri sendiri dan lingkungan sekitar tanpa terburu-buru memberikan penilaian.

Kebiasaan ini dapat membantu seseorang mengenali pikiran dan emosi yang muncul ketika sedang menghadapi tekanan. Dengan begitu, seseorang memiliki kesempatan untuk merespons situasi secara lebih tenang, alih-alih langsung bertindak berdasarkan emosi sesaat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore