
Seorang anak menggunakan iPad untuk bermain Roblox di Jakarta, Indonesia, 12 Maret 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
JawaPos.com - Anak yang aktif bermain game online tidak hanya membutuhkan batasan waktu layar, tetapi juga pendampingan agar terhindar dari perundungan, pelecehan, dan risiko kebocoran informasi pribadi. Orang tua dapat memulainya dengan membangun komunikasi terbuka, mengenali perubahan perilaku anak, serta memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia di platform digital.
Game online kini menjadi bagian dari kehidupan sosial anak. Selain bermain, mereka bisa berinteraksi dengan teman, bergabung dalam komunitas, hingga mengekspresikan kreativitas melalui karakter dan dunia virtual. Namun, pengalaman tersebut juga membawa risiko yang tidak selalu diketahui orang tua.
Karena itu, mendampingi anak bermain game online tidak cukup hanya dengan membatasi screen time atau waktu di depan layar. Orang tua perlu memahami pengalaman anak selama bermain, termasuk bagaimana mereka berinteraksi dengan pemain lain dan apa yang mereka rasakan setelah meninggalkan permainan.
Menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia, pendiri Safe Online Standards, Dr. Dan Reidenberg, bekerja sama dengan Roblox untuk memperkenalkan panduan Tools for Interactive Player Safety (TIPS). Panduan ini memuat langkah praktis bagi anak, remaja, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih aman.
“Panduan TIPS yang baru dirilis memberikan langkah-langkah praktis bagi anak dan remaja, orang tua, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif di platform,” ujar Reidenberg.
Ia juga mengajak masyarakat, terutama mereka yang memiliki pengalaman langsung terkait persoalan keamanan digital, untuk membagikan panduan tersebut agar semakin banyak orang memahami cara menciptakan lingkungan online yang aman.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga keamanan dan kesehatan mental anak saat bermain game online? Berikut lima tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak perlu memahami bahwa mereka tidak wajib meneruskan interaksi online yang membuat mereka takut, tertekan, atau tidak nyaman. Prinsip ini penting, terutama ketika mereka berhadapan dengan pemain yang bersikap kasar, mengintimidasi, atau meminta sesuatu yang tidak pantas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022