
seseorang yang berpura-pura peduli (Freepik/katemangostar)
JawaPos.com – Tidak semua perhatian yang diberikan seseorang selalu mencerminkan kepedulian yang tulus. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang terlihat ramah, senang membantu, dan pandai memberikan dukungan, tetapi tindakannya terkadang lebih berorientasi pada kepentingan pribadi.
Sebagian orang mungkin menunjukkan kebaikan demi mendapatkan pujian, mempertahankan citra positif, atau memperoleh keuntungan tertentu dari hubungan yang dijalani. Akibatnya, perhatian yang diberikan terasa kurang tulus, terutama ketika mereka tidak mendapatkan respons sesuai harapan.
Dalam kajian psikologi, perbedaan antara memahami perasaan orang lain dan benar-benar meresponsnya dengan kepedulian menjadi hal yang penting. Meski demikian, satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang memiliki empati palsu atau sengaja memanipulasi orang lain.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan perilaku yang dikaitkan dengan orang yang terlihat peduli, tetapi cenderung mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Berikut ulasannya.
Orang yang benar-benar memberikan perhatian biasanya berusaha memahami perasaan dan sudut pandang lawan bicaranya. Sebaliknya, seseorang yang lebih berpusat pada dirinya sendiri mungkin mendengarkan hanya untuk menyiapkan jawaban atau mengarahkan pembicaraan kembali kepada dirinya.
Ketika orang lain sedang menceritakan masalah, mereka bisa saja sibuk memikirkan pengalaman pribadi yang dianggap lebih hebat atau tanggapan yang membuat dirinya terlihat paling benar.
Pola ini dapat membuat lawan bicara merasa tidak didengarkan secara utuh. Padahal, mendengarkan secara aktif membutuhkan kesediaan untuk memahami tanpa terburu-buru menghakimi atau memberikan nasihat yang tidak diminta.
Membantu orang lain merupakan tindakan positif. Namun, perhatian perlu diberikan ketika seseorang terus-menerus menonjolkan kebaikannya demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.
Misalnya, mereka menceritakan bantuan yang telah diberikan kepada banyak orang atau mengunggahnya ke media sosial agar memperoleh pujian. Dalam situasi tertentu, tindakan tersebut dapat berkaitan dengan keinginan membangun citra diri yang baik.
Istilah virtue signaling sering digunakan untuk menggambarkan ekspresi dukungan terhadap nilai atau tindakan yang dianggap bermoral demi menunjukkan citra positif. Akan tetapi, perilaku ini tidak otomatis membuktikan bahwa seseorang tidak tulus. Motif seseorang perlu dilihat dari konteks dan pola perilakunya secara keseluruhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022