Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 23.26 WIB

Tanpa Disadari, 8 Kebiasaan Online Ini Bisa Mengikis Rasa Percaya Diri

Perilaku merusak harga diri jika membandingkan hidup dengan orang lain di dunia online

JawaPos.com – Media sosial membuat seseorang dapat melihat kehidupan orang lain hanya dalam hitungan detik. Dari pencapaian karier, liburan, hubungan asmara, hingga gaya hidup, semuanya mudah muncul di layar.

Masalahnya, terlalu sering melihat kehidupan orang lain dapat membuat seseorang mulai menilai dirinya sendiri berdasarkan apa yang ditampilkan di dunia maya. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi membuat seseorang merasa kurang berhasil, kurang menarik, atau tidak cukup baik.

Dilansir dari Geediting.com, ada delapan kebiasaan di dunia online yang dapat mengikis harga diri ketika seseorang terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Mengenali kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan media sosial.

Lantas, apa saja perilaku yang perlu diwaspadai?

1. Terus menggulir media sosial tanpa batas

Awalnya mungkin hanya ingin melihat beberapa unggahan. Namun, tanpa terasa waktu bisa berlalu berjam-jam karena terus berpindah dari satu konten ke konten lainnya.

Masalahnya, sebagian besar kehidupan yang terlihat di media sosial sudah melalui proses pemilihan, penyuntingan, atau hanya menampilkan momen terbaik seseorang.

Jika terlalu sering terpapar gambaran kehidupan yang tampak sempurna, seseorang bisa mulai menganggap hidupnya sendiri membosankan atau tertinggal.

Membatasi durasi penggunaan media sosial dapat membantu. Tentukan waktu tertentu untuk membuka aplikasi dan hindari kebiasaan menggulir tanpa tujuan.

2. Terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri

Melihat seseorang berlibur ke luar negeri ketika kita sedang menjalani rutinitas biasa dapat dengan mudah memunculkan pertanyaan, “Mengapa hidup saya tidak seperti mereka?”

Padahal, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya adil. Kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan orang lain, sementara kehidupan sendiri kita lihat secara lengkap, termasuk masalah dan kekurangannya.

Setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, ukuran keberhasilan sebaiknya tidak selalu menggunakan pencapaian orang lain sebagai standar.

Lebih baik melihat perkembangan diri sendiri dan menghargai kemajuan yang sudah berhasil dicapai.

3. Menjadikan jumlah like sebagai ukuran diri

Jumlah suka, komentar, atau pengikut terkadang tanpa sadar dianggap sebagai ukuran seberapa berharga seseorang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore