Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 17.40 WIB

Merasa Bersikap Kasar terhadap Pasangan? Lakukan 6 Hal Ini untuk Menguranginya Menurut Psikologi

seseorang yang bersikap kasar kepada pasangan./Magnific/garakta_studio - Image

seseorang yang bersikap kasar kepada pasangan./Magnific/garakta_studio

JawaPos.com - Dalam hubungan romantis, tidak semua konflik muncul karena hilangnya rasa sayang. Kadang-kadang, seseorang masih mencintai pasangannya, tetapi cara ia mengekspresikan marah, kecewa, lelah, atau frustrasi justru menjadi kasar.

Nada bicara meninggi. Jawaban menjadi ketus. Perkataan yang seharusnya bisa disampaikan dengan tenang berubah menjadi sindiran. Masalah kecil berkembang menjadi pertengkaran besar. Bahkan, setelah semuanya selesai, muncul penyesalan: “Kenapa tadi aku bicara seperti itu?”

Jika kamu pernah mengalami hal semacam ini, penting untuk memahami bahwa menyadari perilaku tersebut adalah langkah awal yang sangat berarti. Bersikap kasar memang tidak bisa dibenarkan hanya karena sedang marah atau terluka. Namun, perilaku tersebut juga bisa dipelajari, dipahami, dan secara perlahan diubah.

Dalam psikologi, perubahan perilaku biasanya tidak cukup hanya dengan mengatakan, “Aku harus lebih sabar.” Kita perlu mengetahui apa yang memicu perilaku tersebut, mengenali pola yang terjadi, lalu membangun respons baru yang lebih sehat.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (5/10), jika kamu merasa akhir-akhir ini sering bersikap kasar kepada pasangan, berikut enam hal yang bisa dilakukan untuk mulai menguranginya.

1. Kenali pemicu sebelum mencoba mengubah reaksimu

Banyak orang berusaha menghentikan perilaku kasar tanpa pernah memahami apa yang sebenarnya memicunya.

Misalnya, kamu mungkin berpikir bahwa masalahnya adalah pasangan yang “terlalu banyak bertanya”. Padahal, setelah diperhatikan lebih jauh, kamu ternyata lebih mudah marah ketika sedang kurang tidur, banyak pekerjaan, merasa tidak dihargai, atau sedang menghadapi tekanan lain.

Artinya, pasangan belum tentu menjadi satu-satunya sumber kemarahan. Bisa jadi, pasangan hanya berada di tempat yang paling dekat ketika emosi yang sudah menumpuk akhirnya keluar.

Karena itu, langkah pertama adalah belajar mengenali pemicu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore