Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 06.23 WIB

Orang Kurus Pun Bisa Kena! Awas Bahaya Lemak Otot yang Diam-Diam Mengintai Jantung

Ilustrasi lemak otot memicu risiko penyakit jantung./Pexels.com - Image

Ilustrasi lemak otot memicu risiko penyakit jantung./Pexels.com

JawaPos.com - Anggapan bahwa penyakit jantung dan gangguan metabolisme hanya mengintai individu dengan berat badan berlebih atau obesitas masih melekat kuat di masyarakat.

Banyak orang yang memiliki bentuk tubuh ideal atau cenderung kurus merasa aman dari ancaman penyakit kardiovaskular.

Padahal, penumpukan lemak tidak hanya terjadi di bawah kulit (subcutaneous fat) atau di sekitar organ perut (visceral fat), melainkan juga dapat menyusup ke dalam jaringan otot skeletal, kondisi yang dikenal sebagai penumpukan lemak intermuskular.

Melansir dari laman National Institutes of Health pada Selasa (29/09), keberadaan lemak ekstra di dalam jaringan otot berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tanpa memandang berapapun angka timbangan atau indeks massa tubuh (IMT).

Penumpukan dan akumulasi lemak di antara serat otot skeletal memicu gangguan metabolik lokal yang merusak kualitas otot dan memicu peradangan sistemik derajat rendah (low grade inflammation).

Penelitian kardiovaskular menunjukkan bahwa deposit lemak otot ini mengganggu sinyal insulin, sehingga memicu resistensi insulin dan mempercepat proses aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

Pendekatan berbasis pencitraan medis terbukti secara klinis bahwa tingginya kadar lemak otot berkorelasi signifikan dengan peningkatan tekanan darah, kekakuan arteri, serta gangguan profil lipid yang membahayakan kesehatan jantung jangka panjang.

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai bahaya lemak otot yang perlu diwaspadai:

  1. Fenomena TOFI (Thin Outside, Fat Inside)

Individu berbadan kurus dapat memiliki persentase lemak internal yang tinggi akibat kurangnya massa otot dan gaya hidup kurang bergerak (sedentary lifestyle).

Lemak yang menyusup ke otot ini bertindak sebagai jaringan aktif yang merusak fungsi metabolisme.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore