
ilustrasi orang yang blokir kontak mantan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Putus cinta tidak selalu berakhir dengan saling menyimpan nomor atau tetap mengikuti kehidupan satu sama lain di media sosial. Bagi sebagian orang, memblokir kontak mantan justru menjadi cara untuk benar-benar mengakhiri hubungan dan mendapatkan kembali ketenangan.
Keputusan tersebut memang bisa terlihat tegas, bahkan dianggap terlalu ekstrem oleh sebagian orang. Namun, bagi orang tertentu, memblokir mantan bukan dilakukan karena dendam atau kebencian. Tindakan itu dapat menjadi bentuk menjaga batasan, melindungi diri dari gangguan emosional, sekaligus memberi kesempatan untuk menjalani kehidupan baru.
Dilansir dari Geediting, ada sejumlah karakter yang umumnya dikaitkan dengan orang-orang yang tidak banyak berpikir ketika memutus akses komunikasi dengan mantan. Berikut tujuh di antaranya:
Orang yang mudah mengambil keputusan untuk memblokir mantan biasanya memahami pentingnya batasan dalam sebuah hubungan. Ketika hubungan telah selesai, mereka merasa tidak perlu lagi memberikan akses tanpa batas kepada mantan melalui pesan, media sosial, maupun berbagai bentuk komunikasi lainnya.
Bagi mereka, menjaga jarak justru membantu memperjelas bahwa hubungan tersebut memang sudah berakhir.
Mereka juga cenderung menyadari bahwa waktu dan energi emosional merupakan sesuatu yang berharga. Terus mengikuti aktivitas mantan atau berulang kali membuka percakapan lama hanya berpotensi membuat proses melupakan menjadi lebih sulit.
Karena itu, memblokir dapat dipandang sebagai langkah untuk menjaga diri, bukan sebagai bentuk pembalasan.
Orang yang tidak ragu memblokir mantan umumnya sudah memiliki pandangan yang cukup jelas mengenai perpisahan tersebut. Mereka tidak ingin terus menggantungkan harapan pada kemungkinan hubungan kembali seperti sebelumnya.
Dengan membatasi komunikasi, mereka juga mengurangi kemungkinan munculnya pesan larut malam, interaksi tidak sengaja di media sosial, atau kebiasaan menafsirkan setiap aktivitas mantan secara berlebihan.
Sebagian orang memilih menjauh karena tidak ingin kembali masuk ke dalam pola hubungan yang penuh konflik. Mereka mungkin tidak ingin menghadapi pesan bernada sindiran, komunikasi yang tidak jelas, atau hubungan putus-nyambung yang melelahkan secara emosional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022