seseorang yang membutuhkan banyak waktu untuk sendiri./Magnific/magnific
JawaPos.com - Tidak semua orang yang senang menghabiskan waktu sendirian berarti antisosial, pemalu, atau tidak menyukai orang lain. Bagi sebagian orang, kesendirian justru menjadi ruang untuk memulihkan energi, menenangkan pikiran, dan memproses berbagai pengalaman yang terasa lebih intens.
Dalam psikologi, sensitivitas dapat berkaitan dengan sensory processing sensitivity (SPS), yaitu kecenderungan seseorang untuk memproses rangsangan dan pengalaman secara lebih mendalam. Konsep ini banyak dikaitkan dengan penelitian tentang highly sensitive person (HSP), yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam penelitian Elaine Aron dan rekan-rekannya.
Orang dengan tingkat sensitivitas tinggi bukan berarti memiliki gangguan psikologis. Sensitivitas merupakan karakteristik individual yang dapat muncul dalam berbagai tingkat. Namun, karena mereka dapat lebih mudah memperhatikan detail, memproses pengalaman secara mendalam, dan bereaksi terhadap rangsangan tertentu, kebutuhan mereka terhadap waktu tenang juga bisa berbeda.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis(24/9), terdapat enam alasan mengapa orang yang sensitif sering membutuhkan lebih banyak waktu untuk sendiri.
1. Otak Mereka Cenderung Memproses Pengalaman Secara Lebih Mendalam
Salah satu karakteristik yang sering dikaitkan dengan sensitivitas tinggi adalah kedalaman pemrosesan informasi.
Bayangkan seseorang menghadiri sebuah acara sosial selama beberapa jam. Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut mungkin sekadar menyenangkan: bertemu teman, berbicara, tertawa, lalu pulang.
Namun bagi orang yang sensitif, pengalaman yang sama dapat menghasilkan jauh lebih banyak bahan untuk diproses.
Mereka mungkin mengingat percakapan tertentu, memperhatikan perubahan ekspresi wajah seseorang, memikirkan nada bicara orang lain, atau bertanya-tanya mengenai sesuatu yang terjadi selama acara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022