Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 21.32 WIB

8 Ciri Orang yang Selalu Mengutamakan Diri Sendiri, Kenali dari Sikapnya

Ilustrasi orang egois. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang egois. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tentu memiliki kebutuhan dan kepentingan pribadi. Dalam situasi tertentu, mendahulukan diri sendiri juga merupakan hal yang wajar, terutama ketika seseorang perlu menjaga batasan atau memenuhi kebutuhannya.

Namun, persoalan dapat muncul ketika pola tersebut dilakukan terus-menerus tanpa mempertimbangkan perasaan, kebutuhan, maupun hak orang lain. Sikap yang terlalu berpusat pada diri sendiri dapat membuat hubungan menjadi tidak seimbang dan memicu berbagai konflik.

Sifat egois juga tidak dapat dinilai hanya dari satu tindakan. Yang lebih penting adalah melihat pola perilaku seseorang dalam berbagai situasi dan bagaimana ia memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari Geediting.com, berikut delapan perilaku yang kerap dikaitkan dengan orang yang sangat mementingkan diri sendiri.

1. Hampir Selalu Mendahulukan Kepentingan Pribadi

Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah kecenderungan seseorang untuk terus menempatkan kebutuhannya sebagai prioritas utama.

Dalam mengambil keputusan bersama, ia mungkin lebih sering memilih sesuatu yang menguntungkan dirinya tanpa mempertimbangkan pendapat atau kebutuhan orang lain. Hal tersebut bisa terlihat dari persoalan sederhana, seperti menentukan tempat makan, hingga keputusan yang lebih besar dalam sebuah hubungan.

Jika pola tersebut terjadi berulang kali, tanpa adanya usaha untuk mencari jalan tengah, hubungan dapat menjadi kurang seimbang.

2. Kurang Peka terhadap Perasaan Orang Lain

Empati merupakan salah satu bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat. Seseorang yang memiliki empati biasanya berusaha memahami apa yang sedang dirasakan orang lain, meskipun tidak mengalami situasi yang sama.

Sebaliknya, orang yang terlalu berpusat pada diri sendiri mungkin kurang memberikan ruang bagi perasaan orang lain. Ketika Anda sedang menghadapi masalah, misalnya, mereka bisa saja segera mengalihkan pembicaraan kepada pengalaman atau persoalan mereka sendiri.

Namun, perlu diingat bahwa kurang responsif dalam satu kesempatan belum tentu berarti seseorang tidak memiliki empati. Pola yang berulang lebih layak diperhatikan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore