
tanda kenali pria dengan ego dan mental lemah di lima menit pertama. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Kesan pertama sering kali terbentuk hanya dalam beberapa menit. Cara seseorang berbicara, mendengarkan, merespons perbedaan pendapat, hingga memperlakukan orang lain dapat memberikan gambaran awal mengenai karakter dan gaya interaksinya.
Namun, sikap percaya diri dan kebutuhan untuk terus mendapatkan pengakuan merupakan dua hal yang berbeda. Seseorang bisa terlihat sangat yakin pada dirinya, tetapi pada situasi tertentu justru menunjukkan sensitivitas terhadap kritik atau perbedaan pendapat.
Karena itu, beberapa perilaku kecil saat pertemuan pertama dapat menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan. Meski demikian, satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan kepribadian seseorang secara keseluruhan.
Dilansir dari geediting.com, terdapat sejumlah tanda perilaku yang dapat diamati ketika seseorang menunjukkan kebutuhan tinggi akan pengakuan atau kesulitan menghadapi kritik. Berikut lima di antaranya.
Baca Juga: Jangan Disepelekan, 7 Kebiasaan Ini Dipercaya Astrologi Bisa Menghambat Jalan Menuju Kekayaan
Perhatikan cara dia merespons ketika kamu mulai bercerita tentang diri sendiri. Apakah dia benar-benar mendengarkan, atau justru segera mengarahkan pembicaraan kembali kepada pencapaiannya?
Misalnya, ketika kamu bercerita tentang hobi berlari, dia langsung menceritakan prestasi larinya sendiri. Pola seperti ini dapat membuat percakapan terasa lebih seperti ajang pembuktian daripada interaksi dua arah.
Dalam psikologi, kecenderungan mengalihkan pembicaraan kepada diri sendiri kerap dibahas dalam konteks respons percakapan yang berorientasi pada diri. Jika dilakukan terus-menerus, pola tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang sangat ingin mendapatkan perhatian atau pengakuan.
Namun, konteks tetap penting. Seseorang yang antusias menceritakan pengalamannya belum tentu memiliki masalah dengan ego. Yang lebih perlu diperhatikan adalah apakah dia juga memberikan ruang kepada lawan bicara untuk berbicara.
Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam percakapan. Karena itu, reaksi seseorang ketika pendapatnya tidak disetujui dapat menjadi salah satu hal yang menarik untuk diamati.
Jika perbedaan kecil langsung membuat nada bicaranya berubah, memberikan pembenaran berlebihan, atau melontarkan komentar yang menyerang, hal tersebut menunjukkan bahwa dia mungkin tidak nyaman ketika pandangannya ditantang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022