Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2026 | 05.09 WIB

Hati-Hati, 7 Kebiasaan Bermedia Sosial Ini Ternyata Bisa Mengganggu Kebahagiaan

Bahaya kebiasaan perilaku digital di media sosial yang tampak biasa tapi menggerus rasa bahagia. - Image

Bahaya kebiasaan perilaku digital di media sosial yang tampak biasa tapi menggerus rasa bahagia.

JawaPos.com – Media sosial kini menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga mengisi waktu luang, semuanya dapat dilakukan melalui layar. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya dan kehidupan di sekitarnya.

Kebiasaan seperti membuka aplikasi berulang kali, membandingkan diri dengan orang lain, atau terus mengejar respons dari pengguna lain sering dianggap sebagai aktivitas biasa. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang kehilangan fokus pada kehidupan nyata dan merasa kurang puas dengan apa yang dimiliki.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat tujuh kebiasaan bermedia sosial yang terlihat sederhana, tetapi dapat berkontribusi terhadap menurunnya rasa puas dan bahagia dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut tujuh kebiasaan yang perlu diperhatikan:

1. Scrolling Tanpa Batas

Awalnya, membuka media sosial mungkin hanya bertujuan untuk melihat beberapa unggahan. Namun, tanpa terasa seseorang dapat terus menggulir layar selama berjam-jam.

Masalahnya, sebagian besar konten yang muncul merupakan potongan kehidupan terbaik seseorang. Foto liburan, pencapaian pekerjaan, gaya hidup, hingga momen bahagia lebih sering ditampilkan dibandingkan kesulitan yang mereka alami.

Jika terlalu sering melihat gambaran tersebut, seseorang bisa mulai membandingkannya dengan kehidupan pribadi. Akibatnya, kehidupan sendiri terasa kurang menarik meskipun sebenarnya tidak demikian.

Menentukan batas waktu penggunaan media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah kebiasaan scrolling berlebihan.

2. Terlalu Bergantung pada Jumlah Like

Menunggu jumlah like, komentar, atau respons setelah mengunggah sesuatu juga dapat menjadi kebiasaan yang sulit disadari.

Ketika respons yang diperoleh sesuai harapan, seseorang mungkin merasa senang. Sebaliknya, unggahan yang sepi respons dapat menimbulkan rasa kecewa atau membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore