Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2026 | 05.08 WIB

Jika Ingin Lebih Cerdas dan Berumur Panjang, Lakukan 7 Kebiasaan Harian Ini Mulai dari Sekarang

seseorang yang berumur panjang dan lebih cerdas / foto: Magnific/Camandona

 

JawaPos.com - Banyak orang mengira menjadi lebih cerdas berarti harus terus belajar hal-hal yang sulit. Sementara itu, umur panjang sering dianggap hanya berkaitan dengan faktor genetik, makanan, atau olahraga.

Padahal, kehidupan sehari-hari jauh lebih kompleks.

Cara kita tidur, menggunakan perhatian, menghadapi stres, berinteraksi dengan orang lain, belajar, bergerak, bahkan cara kita berbicara kepada diri sendiri dapat memengaruhi bagaimana otak dan tubuh bekerja dalam jangka panjang.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (19/9), psikologi modern menunjukkan bahwa otak bukan sesuatu yang sepenuhnya statis. Kemampuan tertentu dapat berkembang melalui pengalaman, latihan, pembelajaran, dan lingkungan. Pada saat yang sama, banyak faktor gaya hidup berkaitan dengan kesehatan otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kabar baiknya, Anda tidak harus mengubah hidup secara drastis.

Sering kali, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih realistis daripada mencoba menjadi manusia sempurna dalam satu malam.

Jika Anda ingin menjaga pikiran tetap tajam sekaligus membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan jangka panjang, berikut tujuh kebiasaan yang layak mulai dilakukan dari sekarang.

1. Mulailah hari dengan memberi otak sesuatu untuk dipikirkan

Banyak orang membuka mata di pagi hari dan langsung memberikan perhatian mereka kepada ponsel.

Notifikasi.

Media sosial.

Berita.

Pesan.

Video pendek.

Dalam beberapa menit, perhatian kita sudah berpindah dari satu hal ke hal lainnya.

Cobalah sesekali melakukan hal yang berbeda.

Sebelum membuka media sosial, berikan otak Anda beberapa menit untuk berpikir secara aktif.

Anda bisa membaca beberapa halaman buku, menulis jurnal singkat, merencanakan hari, memecahkan soal sederhana, atau sekadar duduk dan memikirkan apa yang ingin Anda capai hari itu.

Mengapa ini penting?

Perhatian adalah salah satu sumber daya mental yang sangat berharga. Ketika perhatian terus-menerus berpindah, kita dapat merasa sibuk tanpa benar-benar melakukan pekerjaan yang membutuhkan pemikiran mendalam.

Kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir secara sengaja memberi kesempatan kepada otak untuk berlatih mempertahankan perhatian.

Tidak perlu langsung membaca 50 halaman.

Mulailah dengan 10 halaman.

Atau bahkan lima halaman.

Yang penting adalah membangun pola.

Cobalah aturan sederhana:

30 menit pertama setelah bangun = jangan langsung membuka media sosial.

Gunakan waktu tersebut untuk membaca, menulis, berpikir, atau mempersiapkan hari.

Lama-kelamaan, Anda mungkin akan menyadari bahwa pagi yang tidak dimulai dengan banjir informasi terasa jauh lebih tenang.

Dan ketenangan itu dapat membantu Anda menggunakan perhatian dengan lebih sengaja sepanjang hari.

2. Belajar sesuatu yang baru setiap hari

Jika Anda ingin mempertahankan pikiran yang aktif, jangan biarkan hari-hari Anda menjadi terlalu monoton.

Belajarlah sesuatu.

Tidak harus sesuatu yang spektakuler.

Anda bisa mempelajari bahasa baru, membaca sejarah, memahami konsep ekonomi, belajar memasak, memainkan alat musik, mempelajari teknologi, membaca tentang sains, atau bahkan mencoba memahami bagaimana sesuatu yang selama ini Anda gunakan sebenarnya bekerja.

Kuncinya bukan sekadar "mengonsumsi informasi".

Kuncinya adalah menantang otak untuk memahami sesuatu yang belum dikuasainya.

Ada perbedaan antara membaca judul artikel selama dua jam dan benar-benar mempelajari satu konsep sampai Anda dapat menjelaskannya dengan kata-kata sendiri.

Belajar aktif membutuhkan usaha mental.

Anda harus mengingat.

Menghubungkan informasi.

Membandingkan konsep.

Mengajukan pertanyaan.

Dan terkadang mengalami kebingungan.

Justru bagian yang terasa sulit itulah yang membuat proses belajar menjadi lebih bermakna.

Gunakan metode "ajari orang lain"

Setelah mempelajari sesuatu, coba jelaskan dengan bahasa sederhana seolah-olah Anda sedang mengajarkannya kepada seseorang.

Jika Anda tidak mampu menjelaskannya dengan sederhana, mungkin Anda belum benar-benar memahami konsep tersebut.

Kebiasaan ini juga membuat aktivitas belajar menjadi lebih terarah.

Daripada bertanya:

"Apa yang saya baca hari ini?"

Cobalah bertanya:

"Apa yang sekarang saya pahami yang kemarin belum saya pahami?"

Pertanyaan kedua jauh lebih kuat.

3. Gerakkan tubuh setiap hari

Jika berbicara tentang kesehatan otak, kita sering hanya membicarakan aktivitas mental.

Padahal otak adalah bagian dari tubuh.

Kondisi fisik dan kondisi mental saling berhubungan.

Karena itu, aktivitas fisik secara teratur merupakan salah satu kebiasaan yang sangat masuk akal untuk dimasukkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Anda tidak harus langsung menjadi atlet.

Berjalan kaki.

Naik tangga.

Bersepeda.

Berenang.

Berkebun.

Melakukan latihan kekuatan.

Atau sekadar berdiri dan bergerak lebih sering ketika pekerjaan mengharuskan Anda duduk lama.

Semua itu dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih aktif.

Salah satu kesalahan umum adalah berpikir bahwa olahraga baru dianggap berguna jika dilakukan dengan intensitas tinggi.

Akibatnya, seseorang membuat target terlalu besar.

Misalnya:

"Mulai besok saya akan berolahraga dua jam setiap hari."

Beberapa hari kemudian tubuh lelah, jadwal terganggu, motivasi turun, dan kebiasaan berhenti.

Pendekatan psikologis yang lebih realistis adalah membuat target yang cukup kecil sehingga sulit untuk ditolak.

Misalnya:

"Saya akan berjalan kaki 20 menit setelah makan malam."

Ketika kebiasaan sudah terbentuk, durasinya bisa disesuaikan.

Tujuannya bukan memenangkan satu sesi olahraga.

Tujuannya adalah membuat tubuh bergerak secara konsisten selama bertahun-tahun.

4. Tidur seolah-olah tidur adalah investasi

Ada kebiasaan yang sering dikorbankan ketika seseorang ingin menjadi lebih produktif:

tidur.

Kita mengurangi waktu tidur untuk bekerja.

Untuk belajar.

Untuk menonton.

Untuk bermain ponsel.

Atau karena merasa masih ada banyak hal yang harus diselesaikan.

Masalahnya, kurang tidur tidak otomatis membuat kita menjadi lebih produktif.

Tidur memiliki hubungan penting dengan berbagai fungsi tubuh dan otak, termasuk perhatian, pembelajaran, suasana hati, dan konsolidasi memori.

Dengan kata lain, tidur bukan sekadar "waktu ketika kita tidak melakukan apa-apa."

Tidur merupakan bagian dari proses pemulihan.

Karena itu, jangan melihat tidur sebagai waktu yang harus dikalahkan oleh produktivitas.

Lihat tidur sebagai salah satu fondasi produktivitas.

Buat ritual sebelum tidur

Daripada tiba-tiba meletakkan ponsel lalu berharap langsung tertidur, buatlah rutinitas yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa hari sudah selesai.

Misalnya:

redupkan lampu;
berhenti bekerja;
jauhkan ponsel dari tempat tidur;
membaca buku;
melakukan peregangan ringan;
menulis hal-hal yang masih memenuhi pikiran;
tidur dan bangun pada jadwal yang relatif konsisten.

Tidak semua orang memiliki kondisi yang sama, tentu saja.

Tetapi prinsipnya sederhana:

jangan terus-menerus mengambil energi dari tubuh tanpa memberikan waktu untuk memulihkannya.

5. Rawat hubungan sosial, bukan hanya jaringan internet

Ada ironi dalam kehidupan modern.

Kita dapat berbicara dengan ratusan orang melalui internet, tetapi tetap merasa sendirian.

Manusia adalah makhluk sosial.

Hubungan sosial yang berkualitas dapat menjadi bagian penting dari kesejahteraan psikologis.

Karena itu, jika ingin membangun kehidupan yang sehat dalam jangka panjang, jangan hanya berinvestasi pada pekerjaan, uang, dan keterampilan.

Investasikan juga pada manusia.

Hubungi teman.

Tanyakan kabar orang tua.

Makan bersama keluarga.

Bicaralah dengan pasangan tanpa memegang ponsel.

Bergabung dengan komunitas.

Temui orang secara langsung ketika memungkinkan.

Yang penting bukan jumlah teman yang Anda miliki.

Yang lebih penting adalah kualitas hubungan dan rasa keterhubungan.

Bahkan percakapan sederhana dapat menjadi berarti jika dilakukan dengan perhatian penuh.

Ketika seseorang bercerita, cobalah untuk tidak langsung memikirkan jawaban.

Dengarkan.

Ajukan pertanyaan.

Ingat detail kecil dari kehidupan mereka.

Katakan bahwa Anda menghargai keberadaan mereka.

Hubungan yang baik jarang terbentuk dari satu percakapan besar.

Biasanya hubungan dibangun dari ribuan interaksi kecil.

6. Latih kemampuan mengelola stres, bukan berharap hidup tanpa stres

Tidak mungkin menghilangkan seluruh stres dari kehidupan.

Akan selalu ada masalah.

Pekerjaan.

Kegagalan.

Konflik.

Ketidakpastian.

Kehilangan.

Masalah keluarga.

Masalah finansial.

Karena itu, tujuan yang lebih realistis bukanlah hidup tanpa stres.

Tujuannya adalah membangun kemampuan untuk menghadapi stres dengan lebih sehat.

Salah satu kebiasaan sederhana adalah memberikan jeda sebelum bereaksi.

Ketika sesuatu membuat Anda marah, jangan langsung mengirim pesan.

Ketika mendapat kritik, jangan langsung membalas.

Ketika menghadapi masalah, jangan langsung membuat kesimpulan terburuk.

Berhenti sebentar.

Tarik napas.

Identifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

Kemudian tanyakan:

"Apa yang bisa saya kendalikan?"

Pertanyaan tersebut membantu memisahkan dua hal:

hal-hal yang berada dalam kendali kita dan hal-hal yang tidak.

Misalnya, Anda tidak selalu bisa mengendalikan pendapat orang lain.

Tetapi Anda dapat mengendalikan cara Anda merespons.

Anda tidak selalu dapat mengendalikan hasil.

Tetapi Anda dapat mengendalikan persiapan dan tindakan Anda.

Kemampuan seperti ini tidak membuat masalah menghilang.

Namun, dapat membantu kita menghadapi masalah dengan respons yang lebih terarah.

7. Luangkan waktu untuk refleksi

Kebiasaan terakhir mungkin terlihat sederhana, tetapi sering dilupakan:

berhenti dan mengevaluasi hidup.

Banyak orang menjalani hari demi hari tanpa pernah bertanya apakah cara mereka menjalani hidup masih sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Bangun.

Bekerja.

Makan.

Scroll.

Tidur.

Kemudian ulangi.

Setelah beberapa tahun, mereka bertanya:

"Kok waktu berlalu begitu cepat?"

Refleksi membantu kita keluar sejenak dari autopilot.

Tidak perlu membuat jurnal panjang.

Cukup lima menit setiap malam.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Apa yang berjalan baik hari ini?

Apa yang tidak berjalan baik?

Apa yang saya pelajari?

Apa satu hal yang bisa saya lakukan sedikit lebih baik besok?

Pertanyaan seperti ini membantu mengubah pengalaman sehari-hari menjadi bahan pembelajaran.

Kita tidak hanya mengalami sesuatu.

Kita juga mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.

Dan kemampuan untuk mengevaluasi diri merupakan bagian penting dari perkembangan pribadi.

Jangan mencoba melakukan semuanya sekaligus

Ada satu kesalahan besar yang sering terjadi ketika membaca artikel tentang kebiasaan.

Kita merasa terinspirasi.

Kemudian membuat daftar panjang.

Besok harus bangun pukul lima.

Harus membaca satu jam.

Harus olahraga.

Harus meditasi.

Harus belajar bahasa.

Harus menulis jurnal.

Harus berhenti menggunakan media sosial.

Harus makan sempurna.

Seminggu kemudian semuanya berantakan.

Bukan karena kita tidak memiliki kemauan.

Tetapi karena sistem yang dibuat terlalu berat.

Perubahan perilaku biasanya lebih mudah dipertahankan ketika dimulai secara bertahap.

Pilih satu kebiasaan terlebih dahulu.

Misalnya:

minggu pertama: berjalan 20 menit setiap hari.

Setelah terasa lebih otomatis, tambahkan kebiasaan berikutnya:

minggu kedua: membaca 10 halaman sebelum tidur.

Kemudian:

minggu ketiga: tidak membuka media sosial selama 30 menit setelah bangun.

Dengan cara tersebut, Anda tidak mencoba mengubah seluruh hidup dalam satu hari.

Anda sedang membangun identitas baru sedikit demi sedikit.

Kecerdasan bukan hanya tentang seberapa banyak yang Anda tahu

Ada kesalahpahaman bahwa orang cerdas adalah orang yang mengetahui banyak hal.

Pengetahuan memang penting.

Tetapi dalam kehidupan nyata, kemampuan untuk belajar, beradaptasi, mempertahankan perhatian, mengendalikan impuls, memahami orang lain, dan mengevaluasi kesalahan juga sangat berharga.

Karena itu, menjadi "lebih cerdas" tidak harus berarti mengejar IQ yang lebih tinggi.

Bisa berarti menjadi orang yang:

lebih mampu berkonsentrasi;
lebih cepat belajar dari kesalahan;
lebih terbuka terhadap informasi baru;
lebih mampu mengendalikan reaksi impulsif;
lebih mampu mengambil keputusan secara sadar;
dan lebih mampu mempertahankan rasa ingin tahu.

Kecerdasan yang berguna adalah kecerdasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Umur panjang juga bukan sekadar angka

Memiliki umur panjang tentu bukan satu-satunya tujuan.

Yang juga penting adalah bagaimana kita menjalani tahun-tahun tersebut.

Banyak orang ingin hidup lebih lama, tetapi sebenarnya yang mereka inginkan adalah:

tetap mandiri,

tetap memiliki hubungan yang berarti,

tetap mampu belajar,

tetap dapat bergerak,

tetap memiliki tujuan,

dan tetap menikmati kehidupan.

Karena itu, kebiasaan sehat sebaiknya tidak dilihat sebagai hukuman.

Olahraga bukan hukuman karena makan.

Membaca bukan kewajiban agar terlihat pintar.

Tidur bukan kemalasan.

Menghubungi keluarga bukan gangguan terhadap produktivitas.

Istirahat bukan pemborosan waktu.

Semua itu dapat menjadi bagian dari kehidupan yang lebih seimbang.

Mulailah hari ini, tetapi mulai dari yang kecil

Anda tidak perlu menunggu tahun baru.

Tidak perlu menunggu ulang tahun.

Tidak perlu menunggu hari Senin.

Dan tidak perlu menunggu sampai Anda merasa benar-benar termotivasi.

Pilih satu kebiasaan.

Lakukan dalam bentuk paling sederhana.

Jika ingin membaca, baca lima halaman.

Jika ingin bergerak, berjalan selama 10–20 menit.

Jika ingin memperbaiki hubungan, kirim pesan kepada seseorang yang Anda sayangi.

Jika ingin belajar, pilih satu topik dan pahami satu konsep.

Jika ingin mengurangi stres, ambil lima menit tanpa layar.

Jika ingin tidur lebih baik, mulai dengan membuat waktu tidur lebih konsisten.

Kemudian ulangi.

Karena pada akhirnya, kehidupan tidak terutama dibentuk oleh satu keputusan besar.

Kehidupan lebih sering dibentuk oleh keputusan kecil yang kita ulangi setiap hari.

Otak membutuhkan tantangan. Tubuh membutuhkan gerakan. Pikiran membutuhkan istirahat. Dan manusia membutuhkan hubungan.

Jika keempat hal tersebut mulai mendapatkan tempat yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, Anda bukan hanya sedang berusaha menjadi lebih produktif.

Anda sedang membangun fondasi untuk kehidupan yang lebih sehat, aktif, dan bermakna dalam jangka panjang.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore