Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 23.37 WIB

Jangan Disepelekan, 7 Kebiasaan Ini Konon Membuat Energi Rezeki Menjauh

ilustrasi orang kekurangan uang. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang kekurangan uang. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Banyak orang menganggap kondisi finansial hanya ditentukan oleh kerja keras, kemampuan mengelola uang, dan kesempatan. Namun, dalam sejumlah kepercayaan astrologi, ada pula pandangan bahwa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi energi keberuntungan dan kemakmuran seseorang.

Astrologi mengaitkan kehidupan manusia dengan posisi planet, energi, serta pola tertentu yang dipercaya memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk urusan pekerjaan dan finansial.

Karena itu, beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana dipercaya dapat menjadi penghambat datangnya keberuntungan. Pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan astrologi dan tidak dapat dijadikan bukti ilmiah mengenai penyebab seseorang kaya atau miskin.

Dilansir dari Horoscope, berikut tujuh kebiasaan yang menurut kepercayaan tersebut dianggap dapat menghambat kelancaran rezeki.

1. Terbiasa Bangun Terlambat

Bangun terlalu siang dianggap kurang baik dalam sebagian kepercayaan astrologi. Kebiasaan tersebut dikaitkan dengan melemahnya energi Matahari atau Surya yang melambangkan vitalitas, keberanian, kesuksesan, dan kepercayaan diri.

Selain dikaitkan dengan energi astrologis, kebiasaan bangun terlambat juga dapat membuat seseorang kehilangan waktu produktif. Jika berlangsung terus-menerus, rutinitas tersebut berpotensi membuat aktivitas pekerjaan menjadi kurang teratur.

Dalam pandangan astrologi, kondisi ini kemudian dipercaya dapat membuat peluang dan perkembangan karier menjadi lebih sulit diraih.

2. Enggan Membantu Orang Lain

Sikap terlalu mementingkan diri sendiri juga dipercaya dapat menghambat aliran keberuntungan.

Dalam konsep memberi dan menerima, membantu orang lain dipandang sebagai bentuk keseimbangan energi. Sebaliknya, sifat terlalu egois atau enggan berbagi dianggap dapat membuat seseorang kehilangan dukungan sosial ketika membutuhkannya.

Menurut pandangan tersebut, kebaikan yang diberikan kepada orang lain bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga dipercaya dapat membuka kesempatan baru bagi pemberinya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore