
seseorang yang membuat batasan kepada teman dan mantannya./Magnific/magnific
JawaPos.com - Putus cinta bukan hanya tentang kehilangan seseorang yang pernah dicintai. Dalam banyak kasus, perpisahan juga berarti harus menata ulang kehidupan sosial, kebiasaan, komunikasi, bahkan cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Setelah hubungan berakhir, persoalan sering kali tidak berhenti pada mantan kekasih. Teman-teman mungkin masih mengajak bertemu, bertanya tentang mantan, menyampaikan kabar terbaru tentang hubungan tersebut, atau bahkan mencoba menjadi "mak comblang" agar Anda kembali bersama. Di sisi lain, mantan mungkin masih menghubungi, mengajak bertemu, meminta penjelasan, atau berusaha mempertahankan kedekatan seperti ketika masih berpacaran.
Dalam kondisi seperti ini, menetapkan batasan atau boundaries bukan berarti Anda menjadi kasar, egois, atau menyimpan kebencian. Batasan justru merupakan cara untuk melindungi kesehatan emosional dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan.
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (23/8), secara psikologis, seseorang membutuhkan kesempatan untuk memproses kehilangan sebelum dapat benar-benar membangun kembali keseimbangan hidupnya. Karena itu, setelah putus cinta, ada beberapa batasan penting yang layak dipertimbangkan.
1. Batasi komunikasi dengan mantan jika komunikasi tersebut membuat Anda sulit pulih
Salah satu batasan paling penting adalah menentukan seberapa sering dan dalam bentuk apa Anda akan berkomunikasi dengan mantan.
Tidak semua pasangan harus menerapkan no contact. Ada situasi tertentu yang membuat komunikasi tetap diperlukan, misalnya karena pekerjaan, anak, bisnis, komunitas, atau tanggung jawab lainnya. Namun, jika tidak ada kebutuhan praktis untuk terus berkomunikasi, Anda berhak mengurangi intensitas hubungan untuk sementara.
Masalahnya bukan sekadar jumlah pesan yang masuk. Yang lebih penting adalah dampak emosional setelah komunikasi tersebut.
Jika setiap kali mantan mengirim pesan Anda kembali berharap, cemas, marah, sedih, atau terus memikirkan hubungan selama berjam-jam, mungkin Anda membutuhkan jarak yang lebih sehat.
Anda dapat menetapkan batasan seperti:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022