Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 12.47 WIB

8 Batasan yang Perlu Anda Tetapkan kepada Teman-Teman dan Mantan Kekasih Setelah Putus Cinta

seseorang yang membuat batasan kepada teman dan mantannya./Magnific/magnific - Image

seseorang yang membuat batasan kepada teman dan mantannya./Magnific/magnific

JawaPos.com - Putus cinta bukan hanya tentang kehilangan seseorang yang pernah dicintai. Dalam banyak kasus, perpisahan juga berarti harus menata ulang kehidupan sosial, kebiasaan, komunikasi, bahkan cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Setelah hubungan berakhir, persoalan sering kali tidak berhenti pada mantan kekasih. Teman-teman mungkin masih mengajak bertemu, bertanya tentang mantan, menyampaikan kabar terbaru tentang hubungan tersebut, atau bahkan mencoba menjadi "mak comblang" agar Anda kembali bersama. Di sisi lain, mantan mungkin masih menghubungi, mengajak bertemu, meminta penjelasan, atau berusaha mempertahankan kedekatan seperti ketika masih berpacaran.

Dalam kondisi seperti ini, menetapkan batasan atau boundaries bukan berarti Anda menjadi kasar, egois, atau menyimpan kebencian. Batasan justru merupakan cara untuk melindungi kesehatan emosional dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (23/8), secara psikologis, seseorang membutuhkan kesempatan untuk memproses kehilangan sebelum dapat benar-benar membangun kembali keseimbangan hidupnya. Karena itu, setelah putus cinta, ada beberapa batasan penting yang layak dipertimbangkan.

1. Batasi komunikasi dengan mantan jika komunikasi tersebut membuat Anda sulit pulih

Salah satu batasan paling penting adalah menentukan seberapa sering dan dalam bentuk apa Anda akan berkomunikasi dengan mantan.

Tidak semua pasangan harus menerapkan no contact. Ada situasi tertentu yang membuat komunikasi tetap diperlukan, misalnya karena pekerjaan, anak, bisnis, komunitas, atau tanggung jawab lainnya. Namun, jika tidak ada kebutuhan praktis untuk terus berkomunikasi, Anda berhak mengurangi intensitas hubungan untuk sementara.

Masalahnya bukan sekadar jumlah pesan yang masuk. Yang lebih penting adalah dampak emosional setelah komunikasi tersebut.

Jika setiap kali mantan mengirim pesan Anda kembali berharap, cemas, marah, sedih, atau terus memikirkan hubungan selama berjam-jam, mungkin Anda membutuhkan jarak yang lebih sehat.

Anda dapat menetapkan batasan seperti:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore