
seseorang yang bertahan meski mengalami pengkhianatan./Magnific/TriangleProd
JawaPos.com - Pengkhianatan dalam hubungan, baik berupa perselingkuhan emosional, perselingkuhan fisik, maupun bentuk pelanggaran kepercayaan lainnya, sering dianggap sebagai akhir dari sebuah hubungan. Banyak orang beranggapan bahwa ketika kepercayaan telah hancur, perpisahan adalah satu-satunya jalan yang masuk akal.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Dalam praktik psikologi maupun hasil berbagai penelitian mengenai hubungan romantis, tidak sedikit pasangan yang memilih tetap bersama setelah mengalami pengkhianatan. Keputusan tersebut sering kali dipandang aneh oleh orang lain, padahal ada berbagai faktor psikologis yang memengaruhi pilihan tersebut.
Bertahan bukan berarti seseorang lemah atau tidak memiliki harga diri. Sebaliknya, keputusan itu bisa lahir dari berbagai pertimbangan emosional, sosial, hingga rasional yang kompleks.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat delapan alasan mengapa pasangan tetap bertahan setelah mengalami pengkhianatan menurut sudut pandang psikologi.
1. Ikatan Emosional yang Sangat Kuat
Menurut teori attachment atau teori keterikatan, manusia membangun ikatan emosional yang mendalam dengan pasangan. Ikatan ini berkembang melalui pengalaman bersama, dukungan emosional, serta rasa aman yang terbentuk selama bertahun-tahun.
Ketika pengkhianatan terjadi, rasa sakit memang sangat besar. Namun, ikatan emosional yang telah terbentuk tidak otomatis hilang. Banyak orang masih mencintai pasangannya meskipun merasa terluka.
Dalam psikologi, emosi positif dan negatif dapat muncul secara bersamaan. Seseorang bisa merasa marah, kecewa, sekaligus tetap mencintai pasangan. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang memilih mencoba memperbaiki hubungan daripada langsung mengakhirinya.
2. Adanya Investasi yang Besar dalam Hubungan
Psikolog Caryl Rusbult melalui Investment Model menjelaskan bahwa seseorang cenderung mempertahankan hubungan apabila telah menginvestasikan banyak hal di dalamnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022