
seseorang yang berpura-pura kaya / foto: Magnific/8photo
JawaPos.com - Di era media sosial, citra sering kali terasa lebih penting daripada realitas. Mobil mewah, liburan mahal, jam tangan bermerek, hingga gaya hidup glamor dipamerkan seolah menjadi ukuran keberhasilan hidup.
Namun menurut psikologi, tidak semua orang yang tampak “kaya” benar-benar memiliki kestabilan finansial. Sebagian justru sedang berjuang keras menutupi kondisi keuangan yang rapuh.
Menariknya, orang yang berpura-pura kaya jarang melakukannya secara terang-terangan. Mereka menunjukkan sinyal-sinyal halus—nyaris tak disadari—yang jika diperhatikan lebih dalam, mengungkapkan kecemasan, kebutuhan validasi, dan konflik batin tentang uang.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat sepuluh perilaku halus yang sering muncul, dilihat dari kacamata psikologi.
1. Terobsesi dengan Simbol Status, Bukan Fungsi
Menurut psikologi konsumsi, orang yang merasa tidak aman secara finansial cenderung membeli barang sebagai simbol identitas. Mereka lebih peduli pada merek, logo, atau pengakuan sosial dibandingkan manfaat sebenarnya.
Misalnya, memilih ponsel termahal meski fitur dasarnya jarang digunakan, atau membeli pakaian bermerek walau harus mencicil panjang. Bagi mereka, simbol status menjadi “topeng” untuk menenangkan rasa kurang berharga.
2. Sering Membicarakan Uang dan Kekayaan
Orang yang benar-benar mapan secara finansial biasanya tidak merasa perlu membicarakan uang terus-menerus. Sebaliknya, orang yang berpura-pura kaya sering menyelipkan cerita tentang gaji, bisnis, atau koneksi “orang dalam” di setiap percakapan.
Psikologi menyebut ini sebagai overcompensation—upaya berlebihan untuk menutupi rasa tidak aman dengan narasi yang dibangun sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
