
seseorang yang terdengar tak berbudaya / foto: Magnific/milanmarkovic
JawaPos.com - Cara seseorang berbicara sering kali memengaruhi bagaimana orang lain memandang tingkat kedewasaan, empati, dan kemampuan sosialnya.
Dalam psikologi komunikasi, pilihan kata dapat memberikan kesan tertentu, bahkan ketika kita tidak berniat menyinggung atau merendahkan orang lain. Beberapa frasa yang terdengar biasa dalam percakapan sehari-hari ternyata dapat membuat seseorang tampak kurang sopan, kurang berempati, atau tidak memiliki kesadaran sosial yang baik.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (23/6), terdapat sembilan frasa yang menurut berbagai prinsip psikologi komunikasi dapat membuat seseorang terdengar tidak berbudaya tanpa disadari, beserta alasan di baliknya dan alternatif yang lebih bijak untuk digunakan.
1. “Saya cuma jujur, kok”
Kejujuran adalah hal yang baik, tetapi menjadikan kejujuran sebagai alasan untuk menyampaikan kritik secara kasar dapat memberikan kesan tidak sensitif. Dalam psikologi, cara penyampaian pesan sama pentingnya dengan isi pesannya. Orang yang mengatakan “Saya cuma jujur” setelah melontarkan komentar menyakitkan sering dianggap kurang memiliki empati.
Misalnya, mengatakan, “Penampilanmu jelek hari ini, saya cuma jujur,” lebih terdengar seperti penghinaan daripada kejujuran.
Alternatif yang lebih baik:
“Boleh saya memberi masukan dengan cara yang mudah diterima?”
2. “Memangnya saya peduli?”
Frasa ini menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap perasaan atau pendapat orang lain. Secara psikologis, sikap seperti ini dapat menciptakan jarak emosional dan membuat seseorang terlihat arogan.
Bahkan ketika seseorang benar-benar tidak setuju dengan suatu hal, menunjukkan ketidakpedulian secara terang-terangan dapat menimbulkan kesan tidak menghargai orang lain.
Alternatif yang lebih baik:
“Saya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal tersebut.”
3. “Orang zaman sekarang terlalu sensitif”
Ungkapan ini sering digunakan untuk mengabaikan perasaan orang lain. Psikologi sosial menunjukkan bahwa meremehkan emosi orang lain dapat menghambat komunikasi yang sehat dan membuat seseorang tampak tidak mampu memahami perspektif berbeda.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
