Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 05.08 WIB

9 Frasa yang Membuat Anda Terdengar Tidak Berbudaya Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang terdengar tak berbudaya / foto: Magnific/milanmarkovic - Image

seseorang yang terdengar tak berbudaya / foto: Magnific/milanmarkovic

JawaPos.com - Cara seseorang berbicara sering kali memengaruhi bagaimana orang lain memandang tingkat kedewasaan, empati, dan kemampuan sosialnya.

Dalam psikologi komunikasi, pilihan kata dapat memberikan kesan tertentu, bahkan ketika kita tidak berniat menyinggung atau merendahkan orang lain. Beberapa frasa yang terdengar biasa dalam percakapan sehari-hari ternyata dapat membuat seseorang tampak kurang sopan, kurang berempati, atau tidak memiliki kesadaran sosial yang baik.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (23/6), terdapat sembilan frasa yang menurut berbagai prinsip psikologi komunikasi dapat membuat seseorang terdengar tidak berbudaya tanpa disadari, beserta alasan di baliknya dan alternatif yang lebih bijak untuk digunakan.

1. “Saya cuma jujur, kok”

Kejujuran adalah hal yang baik, tetapi menjadikan kejujuran sebagai alasan untuk menyampaikan kritik secara kasar dapat memberikan kesan tidak sensitif. Dalam psikologi, cara penyampaian pesan sama pentingnya dengan isi pesannya. Orang yang mengatakan “Saya cuma jujur” setelah melontarkan komentar menyakitkan sering dianggap kurang memiliki empati.

Misalnya, mengatakan, “Penampilanmu jelek hari ini, saya cuma jujur,” lebih terdengar seperti penghinaan daripada kejujuran.

Alternatif yang lebih baik:

“Boleh saya memberi masukan dengan cara yang mudah diterima?”

2. “Memangnya saya peduli?”

Frasa ini menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap perasaan atau pendapat orang lain. Secara psikologis, sikap seperti ini dapat menciptakan jarak emosional dan membuat seseorang terlihat arogan.

Bahkan ketika seseorang benar-benar tidak setuju dengan suatu hal, menunjukkan ketidakpedulian secara terang-terangan dapat menimbulkan kesan tidak menghargai orang lain.

Alternatif yang lebih baik:

“Saya memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal tersebut.”

3. “Orang zaman sekarang terlalu sensitif”

Ungkapan ini sering digunakan untuk mengabaikan perasaan orang lain. Psikologi sosial menunjukkan bahwa meremehkan emosi orang lain dapat menghambat komunikasi yang sehat dan membuat seseorang tampak tidak mampu memahami perspektif berbeda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore