
seseorang yang membaca buku klasik / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Banyak orang mengukur kecerdasan dari nilai akademik, kemampuan matematika, atau seberapa cepat seseorang menjawab pertanyaan. Namun dalam psikologi, kecerdasan manusia jauh lebih kompleks. Seseorang dapat dianggap memiliki kemampuan intelektual tinggi ketika ia mampu berpikir kritis, memahami sudut pandang orang lain, mengendalikan emosi, dan melihat masalah dari berbagai perspektif.
Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berpikir adalah membaca, terutama membaca karya sastra dan pemikiran yang menantang. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa membaca fiksi dapat berkaitan dengan kemampuan memahami perspektif orang lain dan empati, meskipun dampaknya bergantung pada banyak faktor seperti jenis bacaan dan cara seseorang membacanya.
Buku klasik memiliki keunikan karena tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengajak pembaca masuk ke dalam pertanyaan besar tentang manusia: mengapa seseorang bertindak seperti itu, bagaimana masyarakat bekerja, dan apa arti hidup itu sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (21/6), jika seseorang telah membaca dan benar-benar memahami buku-buku berikut, kemungkinan besar ia telah melatih kemampuan berpikir yang tidak dimiliki semua orang.
1. Crime and Punishment — Memahami Kompleksitas Pikiran Manusia
Karya besar dari Fyodor Dostoevsky ini bukan sekadar cerita tentang kejahatan. Buku ini adalah eksplorasi mendalam tentang rasa bersalah, moralitas, kesombongan, dan konflik batin.
Tokoh utama, Raskolnikov, memiliki keyakinan bahwa orang-orang tertentu yang dianggap “luar biasa” boleh melanggar aturan demi tujuan yang lebih besar. Namun setelah melakukan kejahatan, ia mulai menghadapi kehancuran psikologis akibat konflik antara logika, ego, dan hati nurani.
Buku ini melatih pembaca untuk memahami bahwa perilaku manusia jarang muncul tanpa alasan.
Seseorang yang mempelajari buku ini belajar melihat:
alasan tersembunyi di balik tindakan manusia,
hubungan antara pikiran dan emosi,
bagaimana seseorang membenarkan keputusan yang salah.
Kemampuan memahami proses mental orang lain adalah salah satu bentuk kecerdasan sosial.
2. 1984 — Melatih Pikiran Kritis
Karya George Orwell ini menggambarkan dunia di mana informasi, bahasa, dan pikiran manusia dikendalikan oleh kekuasaan.
Walaupun ditulis sebagai novel distopia, banyak tema di dalamnya tetap relevan:
manipulasi informasi,
propaganda,
pengaruh sosial,
hilangnya kebebasan berpikir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022