Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juni 2026 | 04.17 WIB

Jika Anda Telah Membaca 7 Buku Klasik Ini, Anda Jauh Lebih Pintar daripada Orang Rata-Rata Menurut Psikologi

seseorang yang membaca buku klasik / foto: Magnific/freepik - Image

seseorang yang membaca buku klasik / foto: Magnific/freepik

JawaPos.com - Banyak orang mengukur kecerdasan dari nilai akademik, kemampuan matematika, atau seberapa cepat seseorang menjawab pertanyaan. Namun dalam psikologi, kecerdasan manusia jauh lebih kompleks. Seseorang dapat dianggap memiliki kemampuan intelektual tinggi ketika ia mampu berpikir kritis, memahami sudut pandang orang lain, mengendalikan emosi, dan melihat masalah dari berbagai perspektif.

Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berpikir adalah membaca, terutama membaca karya sastra dan pemikiran yang menantang. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa membaca fiksi dapat berkaitan dengan kemampuan memahami perspektif orang lain dan empati, meskipun dampaknya bergantung pada banyak faktor seperti jenis bacaan dan cara seseorang membacanya.

Buku klasik memiliki keunikan karena tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengajak pembaca masuk ke dalam pertanyaan besar tentang manusia: mengapa seseorang bertindak seperti itu, bagaimana masyarakat bekerja, dan apa arti hidup itu sendiri.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (21/6), jika seseorang telah membaca dan benar-benar memahami buku-buku berikut, kemungkinan besar ia telah melatih kemampuan berpikir yang tidak dimiliki semua orang.

1. Crime and Punishment — Memahami Kompleksitas Pikiran Manusia

Karya besar dari Fyodor Dostoevsky ini bukan sekadar cerita tentang kejahatan. Buku ini adalah eksplorasi mendalam tentang rasa bersalah, moralitas, kesombongan, dan konflik batin.

Tokoh utama, Raskolnikov, memiliki keyakinan bahwa orang-orang tertentu yang dianggap “luar biasa” boleh melanggar aturan demi tujuan yang lebih besar. Namun setelah melakukan kejahatan, ia mulai menghadapi kehancuran psikologis akibat konflik antara logika, ego, dan hati nurani.

Buku ini melatih pembaca untuk memahami bahwa perilaku manusia jarang muncul tanpa alasan.

Seseorang yang mempelajari buku ini belajar melihat:

alasan tersembunyi di balik tindakan manusia,
hubungan antara pikiran dan emosi,
bagaimana seseorang membenarkan keputusan yang salah.

Kemampuan memahami proses mental orang lain adalah salah satu bentuk kecerdasan sosial.

2. 1984 — Melatih Pikiran Kritis

Karya George Orwell ini menggambarkan dunia di mana informasi, bahasa, dan pikiran manusia dikendalikan oleh kekuasaan.

Walaupun ditulis sebagai novel distopia, banyak tema di dalamnya tetap relevan:

manipulasi informasi,
propaganda,
pengaruh sosial,
hilangnya kebebasan berpikir.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore