Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 15.38 WIB

Sudah Membaca 7 Buku Klasik Ini? Ternyata Anda Jauh Lebih Pintar daripada Orang Rata-Rata Menurut Psikologi

seseorang yang membaca buku klasik./Magnific/pvproductions - Image

seseorang yang membaca buku klasik./Magnific/pvproductions

JawaPos.com - Di era media sosial dan informasi serba cepat, kemampuan membaca mendalam menjadi semakin langka. Banyak orang membaca sekadar untuk hiburan singkat atau mencari informasi praktis.

 Namun, psikologi kognitif menunjukkan bahwa membaca buku-buku klasik yang kompleks dapat melatih kemampuan berpikir abstrak, empati, analisis logis, hingga ketahanan mental.

Bukan berarti orang yang belum membaca karya klasik otomatis kurang pintar. Kecerdasan manusia jauh lebih luas daripada daftar bacaan.

Tetapi penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang mampu menikmati dan memahami literatur klasik biasanya memiliki kapasitas kognitif tertentu: rentang perhatian lebih panjang, kemampuan refleksi lebih dalam, dan toleransi yang tinggi terhadap kompleksitas.

Menariknya, ada beberapa buku klasik yang sering dianggap sebagai “ujian mental” bagi pembacanya. Buku-buku ini tidak mudah dibaca. Mereka menuntut konsentrasi, kesabaran, dan kemampuan berpikir kritis. Jika Anda sudah menamatkan sebagian besar buku dalam daftar ini, kemungkinan besar kemampuan intelektual Anda memang berada di atas rata-rata.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (8/5), terdapat tujuh buku klasik yang sering dikaitkan dengan kecerdasan tinggi menurut perspektif psikologi dan perkembangan kognitif.

1. Crime and Punishment — Melatih Kedalaman Psikologis

Karya monumental dari Fyodor Dostoevsky ini bukan sekadar novel kriminal. Buku ini menggali rasa bersalah, moralitas, ego, dan konflik batin manusia dengan intensitas luar biasa.

Tokoh utamanya, Raskolnikov, adalah mahasiswa miskin yang percaya bahwa manusia luar biasa memiliki hak melanggar aturan moral demi tujuan besar. Namun setelah melakukan pembunuhan, pikirannya perlahan hancur oleh rasa bersalah dan paranoia.

Mengapa buku ini dianggap “mengukur” kecerdasan?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore