
seseorang yang tidak banyak berbagi informasi di media sosial / foto: Magnific/westock
JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membagikan hampir setiap momen hidup mereka secara online—mulai dari makanan yang mereka santap, tempat yang mereka kunjungi, hingga perasaan terdalam yang mereka alami. Namun, di tengah budaya berbagi yang begitu masif, ada juga kelompok orang yang memilih untuk lebih tertutup dan selektif.
Mereka jarang mengunggah kehidupan pribadi, tidak terlalu aktif memperbarui status, dan lebih memilih menjaga privasi daripada mencari perhatian di dunia maya. Menariknya, menurut berbagai kajian psikologi, sikap ini bukan selalu tanda bahwa seseorang antisosial atau tidak percaya diri. Justru, dalam banyak kasus, orang yang tidak terlalu banyak berbagi di media sosial memiliki karakteristik mental dan emosional yang kuat.
Mereka cenderung memiliki kontrol diri yang baik, tingkat kesadaran emosional yang tinggi, serta pemahaman yang lebih matang tentang hubungan sosial dan identitas diri.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (19/5), terdapat tujuh ciri kepribadian kuat yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tidak terlalu banyak membagikan kehidupannya di media sosial.
1. Mereka Memiliki Rasa Percaya Diri yang Tidak Bergantung pada Validasi Publik
Salah satu alasan utama mengapa seseorang sering membagikan kehidupan pribadinya di media sosial adalah kebutuhan akan validasi. Likes, komentar, dan jumlah penonton dapat memberikan dorongan dopamin yang membuat seseorang merasa dihargai atau diperhatikan.
Namun, orang yang jarang berbagi biasanya tidak terlalu bergantung pada pengakuan publik untuk merasa bernilai. Mereka mampu merasa cukup tanpa harus mendapat persetujuan dari banyak orang.
Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan self-worth internal atau rasa berharga yang berasal dari dalam diri sendiri. Mereka tidak membutuhkan pembuktian terus-menerus kepada orang lain tentang pencapaian, hubungan, atau gaya hidup mereka.
Orang seperti ini biasanya:
Lebih nyaman menjadi diri sendiri
Tidak mudah terpengaruh opini publik
Tidak merasa perlu membandingkan hidupnya dengan orang lain
Memiliki kestabilan emosional yang lebih baik
Mereka memahami bahwa kehidupan nyata lebih penting daripada citra digital.
2. Mereka Memiliki Kontrol Diri yang Tinggi
Tidak semua orang mampu menahan dorongan untuk membagikan sesuatu secara instan. Ketika mengalami momen bahagia, marah, sedih, atau kecewa, banyak orang langsung menuangkannya ke media sosial.
Sebaliknya, orang yang lebih tertutup cenderung memiliki kemampuan self-regulation atau pengendalian diri yang baik. Mereka berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari apa yang mereka unggah.
Mereka sadar bahwa:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022