Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 20.49 WIB

Orang yang Tidak Terlalu Banyak Berbagi Informasi di Media Sosial Seringkali Memiliki 7 Ciri Kepribadian yang Kuat Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak banyak berbagi informasi di media sosial / foto: Magnific/westock - Image

seseorang yang tidak banyak berbagi informasi di media sosial / foto: Magnific/westock

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membagikan hampir setiap momen hidup mereka secara online—mulai dari makanan yang mereka santap, tempat yang mereka kunjungi, hingga perasaan terdalam yang mereka alami. Namun, di tengah budaya berbagi yang begitu masif, ada juga kelompok orang yang memilih untuk lebih tertutup dan selektif.

Mereka jarang mengunggah kehidupan pribadi, tidak terlalu aktif memperbarui status, dan lebih memilih menjaga privasi daripada mencari perhatian di dunia maya. Menariknya, menurut berbagai kajian psikologi, sikap ini bukan selalu tanda bahwa seseorang antisosial atau tidak percaya diri. Justru, dalam banyak kasus, orang yang tidak terlalu banyak berbagi di media sosial memiliki karakteristik mental dan emosional yang kuat.

Mereka cenderung memiliki kontrol diri yang baik, tingkat kesadaran emosional yang tinggi, serta pemahaman yang lebih matang tentang hubungan sosial dan identitas diri.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (19/5), terdapat tujuh ciri kepribadian kuat yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tidak terlalu banyak membagikan kehidupannya di media sosial.

1. Mereka Memiliki Rasa Percaya Diri yang Tidak Bergantung pada Validasi Publik

Salah satu alasan utama mengapa seseorang sering membagikan kehidupan pribadinya di media sosial adalah kebutuhan akan validasi. Likes, komentar, dan jumlah penonton dapat memberikan dorongan dopamin yang membuat seseorang merasa dihargai atau diperhatikan.

Namun, orang yang jarang berbagi biasanya tidak terlalu bergantung pada pengakuan publik untuk merasa bernilai. Mereka mampu merasa cukup tanpa harus mendapat persetujuan dari banyak orang.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan self-worth internal atau rasa berharga yang berasal dari dalam diri sendiri. Mereka tidak membutuhkan pembuktian terus-menerus kepada orang lain tentang pencapaian, hubungan, atau gaya hidup mereka.

Orang seperti ini biasanya:

Lebih nyaman menjadi diri sendiri
Tidak mudah terpengaruh opini publik
Tidak merasa perlu membandingkan hidupnya dengan orang lain
Memiliki kestabilan emosional yang lebih baik

Mereka memahami bahwa kehidupan nyata lebih penting daripada citra digital.

2. Mereka Memiliki Kontrol Diri yang Tinggi

Tidak semua orang mampu menahan dorongan untuk membagikan sesuatu secara instan. Ketika mengalami momen bahagia, marah, sedih, atau kecewa, banyak orang langsung menuangkannya ke media sosial.

Sebaliknya, orang yang lebih tertutup cenderung memiliki kemampuan self-regulation atau pengendalian diri yang baik. Mereka berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari apa yang mereka unggah.

Mereka sadar bahwa:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore