Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 03.38 WIB

Orang yang Jarang Membagikan Hal Pribadi di Media Sosial Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Unik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang jarang membagikan hal pribadi di media sosial / foto: Magnific/lifeforstock - Image

seseorang yang jarang membagikan hal pribadi di media sosial / foto: Magnific/lifeforstock

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial sering kali menjadi panggung utama bagi banyak orang untuk membagikan kehidupan mereka. Dari foto liburan, pencapaian karier, kisah asmara, hingga hal-hal kecil seperti kopi pagi atau playlist favorit—semuanya bisa dengan mudah dipublikasikan hanya dalam hitungan detik.

Namun, tidak semua orang merasa nyaman melakukan itu.

Ada sekelompok orang yang aktif menggunakan media sosial, tetapi hampir tidak pernah membagikan hal-hal pribadi. Feed mereka mungkin berisi informasi umum, meme, berita, karya, atau bahkan sangat minim unggahan. Bagi sebagian orang, perilaku ini mungkin terlihat misterius, tertutup, atau bahkan dianggap kurang “gaul”.

Padahal, menurut psikologi, orang yang jarang membagikan kehidupan pribadinya di media sosial sering kali memiliki karakteristik tertentu yang cukup menarik.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (16/5), terdapat tujuh ciri unik yang sering ditemukan pada mereka.

1. Mereka memiliki batasan pribadi yang kuat

Salah satu alasan utama seseorang tidak banyak membagikan kehidupan pribadinya adalah karena mereka memahami pentingnya batasan.

Orang seperti ini tahu bahwa tidak semua hal perlu dikonsumsi publik. Mereka mampu membedakan mana yang layak dibagikan dan mana yang sebaiknya tetap menjadi bagian privat.

Dalam psikologi, kemampuan menetapkan batasan personal merupakan tanda kecerdasan emosional yang baik. Mereka tidak merasa harus membuka semua aspek hidup demi validasi atau keterhubungan sosial.

Bagi mereka, privasi bukan berarti menyembunyikan sesuatu—melainkan bentuk perlindungan terhadap ruang pribadi.

2. Mereka tidak terlalu bergantung pada validasi eksternal

Banyak aktivitas di media sosial secara tidak sadar berkaitan dengan pencarian validasi: likes, komentar, views, atau perhatian.

Sebaliknya, orang yang jarang membagikan hal pribadi cenderung tidak terlalu bergantung pada pengakuan eksternal untuk merasa berharga.

Mereka tidak merasa perlu membuktikan bahwa hidup mereka bahagia, produktif, atau menarik di mata orang lain.

Psikolog menyebut ini sebagai internal locus of control—yakni kecenderungan menilai diri berdasarkan standar internal, bukan opini luar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore