Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Mei 2026 | 18.59 WIB

3 Ungkapan Langka yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Percaya Diri

Ilustrasi orang percaya diri (Moose Photos/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang percaya diri (Moose Photos/pexels.com)

JawaPos.com - Orang yang benar-benar percaya diri tidak akan terpancing, tidak akan terpengaruh, dan tidak peduli jika Anda tidak menyukainya. Kritik Anda atau, boleh kita sebut, masukan sama sekali tidak mengganggu mereka karena mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang realitas dan posisi mereka di dalamnya.

Mereka juga cerdas: Mereka tahu cara terbaik untuk merasa aman adalah dengan membantu orang lain merasakan hal yang sama, yang biasanya berarti memberi perhatian pada orang lain, tidak mendominasi percakapan, dan membiarkan orang lain berbicara. Hal ini menjadi hubungan saling menguntungkan karena orang yang didengarkan merasa lebih terhubung secara sosial, dan orang yang mendengarkan merasa lebih aman melalui pemahaman yang lebih baik. 

Ungkapan-ungkapan langka yang diucapkan oleh orang-orang yang benar-benar percaya diri ini mungkin tampak sepele di permukaan, kata para ahli, tetapi sebenarnya mengungkapkan rasa percaya diri yang mendalam pada seseorang.

Dilansir dari yourtango pada Senin (18/5), berikut adalah 3 ungkapan langka yang diucapkan oleh orang-orang yang benar-benar percaya diri dan santai hampir setiap hari:

1. 'Itu adalah apa adanya'

Orang-orang yang benar-benar percaya diri mengucapkan kalimat ini hampir setiap hari, jelas ahli astrologi Aria Gmitter. Melalui penerimaan diri, mereka merasa nyaman membiarkan dunia berjalan tanpa harus memaksakan kehendak mereka. Ada garis tipis antara mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah dan menerima segala sesuatu apa adanya tanpa perlu campur tangan. Mencoba memaksa orang lain untuk mengikuti cara pandang Anda adalah rasa tidak aman yang disamarkan sebagai kekuatan.

Keamanan adalah menerima kenyataan tanpa distorsi. Ini bersifat spiritual, dan hampir setiap sistem keyakinan besar memiliki bentuk penerimaan kenyataan apa adanya. Jenis penyerahan diri ini tidak sama dengan menyerah pada kendali atau tidak berbuat apa-apa. Kebijaksanaan tahu bahwa Anda tidak bisa melawan kenyataan.

Orang yang aman bertindak tanpa perlu mengendalikan; mereka tidak membutuhkan validasi agar hidup terasa bermakna. Tindakan mereka tidak selalu menghasilkan hasil eksternal. Terkadang, bertindak berarti mereka hanya belajar. 

Orang yang merasa aman tahu bahwa memiliki “kendali atas segalanya” adalah mantra yang keren, tetapi itu hanyalah tipuan. Itu adalah sesuatu di luar diri mereka yang tidak bisa mereka lihat, dan itu tidak apa-apa. Mereka percaya pada alam semesta yang lebih besar dari diri mereka untuk menangani hal-hal yang terasa mustahil, bahkan ketika mereka memiliki harapan yang tinggi. Mereka melihat cahaya di dalam diri baik saat masa-masa indah maupun saat terburuk.

Orang-orang yang aman cerdas. Mereka merasakan apa yang perlu diubah, dan memilih peran mereka di dalamnya. Mereka menggunakan kesadaran kuno yang baik. Mengatakan, "Memang seperti itu," berarti mereka tidak bisa menentukan nasib orang lain. Orang yang aman berorientasi pada tindakan dan membutuhkan pengendalian diri. Mereka datang dari tempat di mana situasi, orang, dan tempat mendefinisikan diri mereka sendiri. Orang yang aman tidak perlu (atau suka) memaksakan pendapat dan memaksakan agendanya sendiri.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore