
seseorang yang membuat hidupnya lebih sulit (Magnific/stockking)
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya berurusan dengan tantangan internal seperti stres atau kecemasan, tetapi juga dengan orang lain yang—sadar atau tidak—dapat membuat hidup terasa jauh lebih berat.
Psikologi sosial menunjukkan bahwa lingkungan sosial sangat memengaruhi kesejahteraan mental, motivasi, bahkan cara kita mengambil keputusan.
Namun penting untuk diingat: ini bukan tentang memberi label “orang buruk”. Sebaliknya, ini tentang memahami pola perilaku yang bisa berdampak negatif agar kita bisa mengelola interaksi dengan lebih sehat.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan tipe orang yang sering membuat hidup terasa lebih sulit dari yang seharusnya.
1. Si Penguras Energi Emosional (Emotional Drainer)
Orang tipe ini sering datang dengan keluhan tanpa henti, drama berulang, atau kebutuhan emosional yang terus-menerus. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan konsep emotional contagion, yaitu emosi bisa “menular” dari satu orang ke orang lain.
Masalahnya bukan pada mereka yang sedang butuh dukungan, tetapi pada pola yang tidak seimbang: mereka mengambil energi tanpa memberi ruang untuk timbal balik.
Dampaknya: kamu merasa lelah setelah berinteraksi, bahkan tanpa melakukan aktivitas berat.
2. Si Manipulator Halus
Tipe ini tidak selalu terlihat jelas. Mereka menggunakan guilt-tripping, sugesti halus, atau memutar fakta agar kamu melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan covert manipulation dan kadang emotional blackmail.
Contoh pola:
“Kalau kamu benar peduli, kamu pasti mau bantu aku…”
Dampaknya: kamu merasa bersalah bahkan ketika tidak melakukan kesalahan.
3. Si Negatif Kronis
Orang ini memiliki bias negatif yang kuat. Dalam psikologi dikenal sebagai negativity bias, yaitu kecenderungan melihat ancaman atau masalah lebih besar daripada hal positif.
Mereka cenderung:
selalu skeptis
sulit puas
fokus pada masalah, bukan solusi
Dampaknya: suasana sekitar jadi terasa berat dan pesimis.
4. Si Kompetitor Berlebihan
Sedikit kompetisi itu sehat. Tapi tipe ini mengubah hampir semua hal menjadi ajang pembuktian.
Psikologi menyebut ini terkait dengan social comparison orientation yang tinggi—selalu membandingkan diri dengan orang lain.
Dampaknya: kamu merasa tidak pernah cukup baik, bahkan dalam hal-hal kecil.
5. Si Tidak Mau Bertanggung Jawab
Tipe ini selalu menghindari kesalahan dan menyalahkan faktor luar: orang lain, keadaan, atau keberuntungan buruk.
Dalam psikologi, ini sering terkait dengan external locus of control yang ekstrem.
Dampaknya: kamu sering jadi “penyelamat” atau pihak yang disalahkan.
6. Si Boundary Breaker (Pelanggar Batas)
Orang ini tidak menghormati batasan pribadi—baik waktu, energi, maupun ruang emosional.
Contoh:
menghubungi kapan saja tanpa mempertimbangkan situasi
memaksa kamu untuk selalu tersedia
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rendahnya pemahaman interpersonal boundaries.
Dampaknya: kamu merasa kewalahan dan kehilangan kontrol atas waktu sendiri.
7. Si Pasif-Agresif
Mereka jarang mengungkapkan masalah secara langsung, tetapi mengekspresikannya lewat sindiran, diam berkepanjangan, atau sabotase kecil.
Psikologi melihat ini sebagai bentuk indirect communication dari emosi yang tidak tersampaikan dengan sehat.
Dampaknya: kamu bingung, tegang, dan sulit menyelesaikan konflik.
8. Si Pengontrol Berlebihan
Tipe ini ingin mengatur keputusan, cara kerja, bahkan emosi orang lain. Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan kebutuhan tinggi akan kontrol akibat kecemasan.
Ciri-ciri:
sulit percaya orang lain
ingin semua dilakukan dengan “cara mereka”
Dampaknya: kamu merasa terkekang dan kehilangan otonomi.
Penutup: Bukan Soal Menyalahkan, Tapi Menjaga Batas
Mengidentifikasi tipe-tipe ini bukan berarti kita harus menjauhi semua orang tersebut sepenuhnya. Psikologi hubungan menekankan pentingnya boundaries (batas sehat), bukan pengucilan.
Kuncinya adalah:
mengenali pola
memahami dampaknya pada diri sendiri
mengatur jarak emosional yang sehat
berkomunikasi dengan tegas namun tetap hormat

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
