
Ilustrasi pengguna social media yang tak pernah posting namun aktif scrolling.(Space Daily)
JawaPos.com — Di era digital saat ini, media sosial bukan hanya ruang berbagi, tetapi juga ruang pengamatan. Ada kelompok pengguna yang sangat aktif membuka aplikasi, melihat unggahan teman, dan mengikuti tren, namun hampir tidak pernah mempublikasikan apa pun.
Fenomena ini sering dianggap sebagai tanda ketidakaktifan atau kurangnya keterlibatan sosial. Padahal, dari sudut pandang psikologi, perilaku ini justru bisa mencerminkan karakter kepribadian tertentu yang cukup kompleks.
Alih-alih sekadar “pasif”, banyak dari mereka sebenarnya sedang membuat keputusan sadar untuk mengontrol bagaimana mereka hadir di ruang digital. Mereka memilih mengamati tanpa menjadi pusat perhatian.
Dilansir dari Space Daily, Rabu (13/5), psikologi menyebut bahwa pengguna media sosial yang hanya melakukan scrolling tanpa posting bukan sekadar penonton pasif.
Banyak di antara mereka yang secara sadar menolak tekanan sosial untuk terus tampil dan membentuk citra diri di ruang publik digital.
1. Cenderung Menghindari Tekanan Sosial Digital
Salah satu ciri utama pengguna ini adalah kecenderungan menghindari tekanan sosial yang muncul dari aktivitas posting. Setiap unggahan di media sosial membawa potensi penilaian, komentar, dan ekspektasi dari orang lain.
Hal ini bisa terasa melelahkan bagi sebagian individu. Akibatnya, mereka memilih untuk tidak ikut serta dalam siklus tersebut. Bagi mereka, menghindari tekanan lebih sehat dibanding harus terus tampil.
2. Lebih Nyaman Menjadi Pengamat daripada Sorotan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022