seseorang yang gemar membaca komentar di media sosial./Freepik/Lifestylememory
JawaPos.com - Menurut psikologi, perilaku seseorang di media sosial tidak pernah benar-benar “acak”.
Termasuk mereka yang rajin membaca komentar tetapi hampir tidak pernah ikut berkomentar.
Dalam kajian psikologi komunikasi dan perilaku digital, kelompok ini sering disebut sebagai silent readers atau lurkers—pengamat yang aktif secara mental, tetapi pasif secara ekspresi.
Fenomena ini pernah banyak dibahas dalam konteks partisipasi digital melalui konsep “1% rule” yang dipopulerkan oleh Jakob Nielsen, yang menjelaskan bahwa mayoritas pengguna internet lebih banyak mengamati daripada berkontribusi aktif.
Baca Juga: Orang yang Berhenti Menikmati Hidup Tetapi Pandai Menyembunyikannya, Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Diam-Diam Ini Menurut Psikologi
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (15/2), menurut psikologi, apa sebenarnya yang dicari oleh orang-orang yang membaca komentar tetapi tidak pernah ikut berkomentar? Berikut enam jenis informasi yang biasanya mereka cari.
1. Validasi Sosial (Social Proof)
Secara psikologis, manusia memiliki kebutuhan kuat untuk mengetahui apakah pandangannya sejalan dengan orang lain. Konsep ini dikenal sebagai social proof, yang banyak dipopulerkan oleh Robert Cialdini dalam teori persuasi.
Orang yang hanya membaca komentar biasanya ingin mengetahui:
Apakah banyak orang setuju?
Apakah ada yang memiliki pengalaman serupa?
Apakah pendapat mayoritas positif atau negatif?
Mereka tidak selalu ingin menyuarakan opini, tetapi ingin memastikan bahwa posisi mereka “aman” secara sosial.
Baca Juga: Ramadhan 2026: Daftar Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan oleh Pengidap Diabetes saat Puasa
2. Informasi Tambahan yang Tidak Ada di Konten Utama
Sering kali, kolom komentar justru lebih kaya dari konten utamanya. Banyak orang membaca komentar untuk mencari:
Fakta tambahan
Klarifikasi
Koreksi
Pengalaman pribadi orang lain
Secara psikologis, ini berkaitan dengan kebutuhan akan reduksi ketidakpastian (uncertainty reduction). Mereka ingin memastikan informasi yang diterima benar dan lengkap sebelum membentuk opini pribadi.
Baca Juga: Orang yang Memilih Pasangan karena Alasan Salah Biasanya Tidak Menyadarinya Sampai 9 Momen Ini Terjadi Bertahun-Tahun Kemudian Menurut Psikologi
3. Emosi dan Reaksi Autentik
Komentar sering kali lebih jujur dan spontan dibandingkan konten yang sudah dikurasi. Orang yang hanya membaca biasanya mencari:
Reaksi emosional orang lain
Humor
Kritik tajam
Dukungan moral
Secara tidak sadar, mereka sedang melakukan emotional scanning—membaca suasana sosial untuk memahami bagaimana “iklim emosi” terhadap suatu isu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo Besok Minggu 22 Februari 2026: Finansial, Hoki, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental
4. Pola Opini Publik
Sebagian orang membaca komentar untuk memahami tren opini. Mereka ingin tahu:
Apakah isu ini kontroversial?
Siapa yang mendukung dan siapa yang menentang?
Argumen apa yang paling sering muncul?
Dalam psikologi sosial, ini terkait dengan teori spiral of silence dari Elisabeth Noelle-Neumann. Teori ini menjelaskan bahwa orang cenderung diam ketika merasa pendapatnya minoritas. Maka, membaca komentar menjadi cara aman untuk mengukur apakah opini mereka berada di mayoritas atau tidak.
5. Hiburan dan Drama Sosial
Tidak sedikit orang membaca komentar karena faktor hiburan. Perdebatan, sindiran, atau bahkan “drama” bisa menjadi tontonan tersendiri.
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep parasocial observation—kita menikmati interaksi orang lain tanpa terlibat langsung. Secara neurologis, mengamati konflik sosial tetap dapat memicu respons emosional yang mirip dengan keterlibatan langsung, tetapi tanpa risiko pribadi.
6. Keamanan Psikologis dan Penghindaran Konflik
Sebagian orang memang sengaja memilih untuk tidak berkomentar karena:
Takut diserang
Tidak ingin debat panjang
Menghindari konflik
Tidak nyaman mengekspresikan opini di ruang publik
Dalam kerangka psikologi kepribadian, individu dengan kecenderungan introvert atau tingkat kecemasan sosial lebih tinggi cenderung memilih peran sebagai pengamat.
Mereka tetap aktif secara kognitif—berpikir, menilai, dan memproses informasi—namun tidak merasa perlu mengekspresikannya secara terbuka.
Apakah Ini Hal yang Negatif?
Tidak selalu.
Membaca tanpa berkomentar bukan berarti pasif atau tidak peduli. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pengamat diam sering kali:
Lebih reflektif
Lebih berhati-hati sebelum berbicara
Lebih selektif dalam mengekspresikan opini
Bahkan dalam konteks pembelajaran daring, pengamat sering kali tetap menyerap informasi secara efektif tanpa harus aktif berbicara.
Kesimpulan
Menurut psikologi, orang yang membaca komentar tetapi tidak pernah berkomentar biasanya mencari:
Validasi sosial
Informasi tambahan
Reaksi emosional autentik
Pola opini publik
Hiburan sosial
Keamanan psikologis
Mereka bukan tidak punya pendapat—mereka hanya memilih untuk memprosesnya secara internal.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
