
Kebiasaan tidak sehat yang buat sengsara dan hidup tidak bahagia menurut psikologi (Freepik)
JawaPos.com – Kehidupan memang penuh tantangan, namun psikologi membuktikan bahwa kondisi sengsara sering kali bersumber dari kebiasaan yang kita pilih sendiri.
Orang yang tidak bahagia cenderung memiliki pola kebiasaan tidak sehat tertentu yang secara perlahan memperparah kondisi mental dan emosional mereka.
Memahami psikologi di balik rutinitas ini penting agar kita bisa mengenali mana yang membuat hidup semakin sengsara.
Kabar baiknya, menyadari kebiasaan tidak sehat adalah langkah pertama yang bisa mengubah hidup menjadi lebih bahagia dan bermakna.
Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (19/4), dijelaskan sepuluh kebiasaan tidak sehat yang buat sengsara dan hidup tidak bahagia menurut Psikologi.
1. Mengonsumsi makanan tinggi kalori yang miskin gizi
Kurangnya asupan nutrisi yang tepat dapat memicu hilangnya energi, perubahan suasana hati, dan rasa mudah marah setiap hari.
Keterbatasan ekonomi sering menjadi alasan utama seseorang memilih makanan murah berkalori tinggi namun rendah nilai gizi.
Kondisi ini terbukti berdampak buruk tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seseorang secara nyata.
Jika memungkinkan, menambahkan protein dan sayuran bertepung ke dalam setiap makan bisa menjadi langkah awal yang berarti.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
