
Menyenangkan orang lain berbeda dengan berbuat baik. (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang terjebak dalam kebingungan antara kebaikan tulus dan keinginan untuk menyenangkan semua orang di sekitar kita.
Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Kebaikan berakar pada empati, sementara menyenangkan orang lain hanya dilakukan untuk menghindari konflik.
Individu yang sering menyenangkan orang lain ternyata memiliki perilaku yang terlihat.
Dilansir dari Hack Spirit, simak tujuh perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang selalu menyenangkan orang lain!
Sering mengiyakan tanpa berpikir
Kebiasaan mengiyakan semua permintaan seringkali dianggap sebagai bentuk kebaikan, padahal sebenarnya ini adalah manifestasi dari keinginan untuk menghindari konflik.
Mengutamakan kebahagiaan orang lain
Seringkali orang terjebak dalam pikiran bahwa mengutamakan kebahagiaan orang lain adalah tanda kebaikan.
Padahal, kebiasaan ini dapat menguras energi dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Mengabaikan kebutuhan diri
Dalam upaya menjadi baik, banyak orang sering menekan kebutuhan untuk diri sendiri.
Padahal, mengungkapkan kebutuhan bukanlah tindakan yang egois, melainkan hak dasar untuk menjaga kesehatan mental dan emosional.
Merasa bersalah saat menetapkan batasan
Banyak dari kita merasa bersalah saat menetapkan batasan dalam hubungan sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022