Seseorang yang menghitung hari di kalender. (Freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Ada dua tipe orang ketika menunggu sebuah momen penting. Sebagian orang memilih menjalani hari seperti biasa dan membiarkan waktu berjalan sampai hari itu tiba. Namun ada juga orang yang setiap hari menandai kalendernya, menghitung mundur: 30 hari lagi, 10 hari lagi, bahkan mungkin 3 hari lagi.
Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terlihat berlebihan. Tetapi dalam perspektif psikologi, perilaku menghitung mundur menuju suatu momen justru dapat mencerminkan beberapa karakter kepribadian yang menarik.
Orang yang melakukan countdown sering kali tidak sekadar menunggu—mereka secara mental sudah mempersiapkan diri untuk sesuatu yang penting. Kebiasaan kecil ini bisa memberi petunjuk tentang cara mereka memandang waktu, tujuan, dan masa depan.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang suka menghitung mundur hari menuju suatu momen penting.
1. Mereka Sangat Berorientasi pada Tujuan
Salah satu ciri paling menonjol adalah sifat goal-oriented. Orang yang menghitung mundur hari biasanya memiliki tujuan yang jelas di kepalanya.
Menandai kalender bukan hanya tentang menunggu hari tertentu. Itu adalah cara visual untuk mengingat bahwa ada sesuatu yang ingin mereka capai atau rayakan.
Dalam psikologi motivasi, memiliki target yang jelas dapat meningkatkan fokus dan komitmen terhadap tujuan tersebut.
2. Mereka Cenderung Terorganisir
Kebiasaan membuat countdown sering berjalan beriringan dengan sifat terorganisir.
Orang seperti ini biasanya suka merencanakan sesuatu jauh-jauh hari. Mereka mungkin juga memiliki agenda, daftar tugas, atau sistem pengingat lain yang membantu mereka mengelola waktu.
Menghitung mundur adalah salah satu bentuk sederhana dari manajemen waktu.
3. Mereka Mengalami Antisipasi yang Tinggi
Psikologi menyebut adanya emosi bernama anticipatory joy—kebahagiaan yang muncul bahkan sebelum peristiwa yang ditunggu terjadi.
Orang yang menghitung mundur hari sering kali menikmati proses menunggu itu sendiri. Setiap hari yang lewat memberi sensasi bahwa mereka semakin dekat dengan sesuatu yang menyenangkan atau bermakna.
