Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Maret 2026 | 16.10 WIB

Jika Anda Bertahan di Pekerjaan yang Anda Benci Selama Beberapa Dekade, Biasanya Anda Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bertahan di pekerjaan yang dibenci (Freepik/DC Studio) - Image

seseorang yang bertahan di pekerjaan yang dibenci (Freepik/DC Studio)

JawaPos.com - Banyak orang bermimpi memiliki pekerjaan yang mereka cintai—pekerjaan yang memberi makna, kepuasan, dan kebahagiaan setiap hari. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang tetap bertahan di pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka sukai selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Fenomena ini cukup umum dalam dunia kerja. Ada orang yang setiap pagi bangun dengan rasa berat hati, tetapi tetap datang ke kantor, menjalani rutinitas yang sama, dan terus melakukannya selama bertahun-tahun. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dalam perspektif psikologi, keputusan seseorang untuk tetap bertahan di pekerjaan yang tidak disukai sering kali berkaitan dengan karakter dan pola kepribadian tertentu. Bukan berarti orang tersebut lemah atau tidak berani, tetapi ada beberapa kecenderungan psikologis yang membuat mereka lebih mungkin memilih stabilitas daripada perubahan.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh tipe kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang bertahan lama di pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka sukai.

1. Sang Pencari Keamanan

Salah satu alasan terbesar seseorang bertahan di pekerjaan yang tidak disukai adalah kebutuhan akan rasa aman.

Bagi tipe ini, stabilitas finansial jauh lebih penting dibandingkan kepuasan pribadi. Mereka khawatir kehilangan penghasilan tetap, tunjangan, atau jaminan masa depan jika meninggalkan pekerjaan saat ini.

Dalam psikologi, kebutuhan akan keamanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Orang dengan kepribadian ini cenderung menghindari risiko besar dalam hidup mereka. Mereka lebih memilih situasi yang sudah pasti daripada mengejar sesuatu yang belum jelas hasilnya.

Akibatnya, meskipun pekerjaan terasa membosankan atau bahkan menyiksa secara emosional, mereka tetap bertahan karena pekerjaan tersebut memberikan rasa aman.

2. Sang Realis Praktis

Orang dengan kepribadian realistis melihat hidup secara sangat pragmatis. Mereka memahami bahwa tidak semua orang bisa bekerja sesuai passion.

Bagi mereka, pekerjaan hanyalah alat untuk memenuhi kebutuhan hidup—bukan sumber kebahagiaan utama.

Mereka mungkin berpikir seperti ini:

“Yang penting gaji masuk.”

“Kerja ya kerja saja, tidak harus disukai.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore