seseorang yang lebih menyukai kucing daripada anjing./Freepik/freepik
JawaPos.com - Tidur bersama kucing kesayangan bukan sekadar hobi pemilik anabul yang "bucin". Di balik bulu-bulu halus dan dengkuran manjanya, ternyata ada manfaat medis dan psikologis yang sudah terbukti secara ilmiah.
Bagi Anda yang sering merasa bimbang apakah boleh membiarkan kucing tidur di ranjang, penelitian terbaru justru memberikan lampu hijau. Selama kucing dalam kondisi bersih dan sehat, kehadiran mereka di atas kasur bisa menjadi "obat" alami untuk kualitas tidur yang lebih baik.
Dikutip dari Your Tango, berikut adalah 5 manfaat ilmiah tidur bareng kucing yang dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.
1. Dengkuran Kucing Sebagai Terapi Penyembuhan Alami
Banyak yang mengira suara purring atau dengkuran kucing hanyalah tanda mereka merasa nyaman. Faktanya, suara ini memiliki frekuensi getaran antara 25 hingga 150 Hz. Dalam dunia medis, frekuensi ini dikenal memiliki efek penyembuhan pada jaringan tubuh manusia.
Getaran konstan dari dengkuran kucing diyakini mampu merangsang pertumbuhan tulang serta mempercepat pemulihan jaringan lunak dan kulit. Jadi, saat kucing meringkuk di dekat area tubuh yang pegal, mereka sebenarnya sedang memberikan "terapi getaran" secara gratis.
Selain fisik, suara ritmis ini juga ampuh menenangkan sistem saraf pusat. Ketika mendengar dengkuran tersebut, detak jantung manusia cenderung melambat dan kadar hormon stres (kortisol) menurun, yang pada akhirnya membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.
2. Penstabil Kesehatan Mental dan Emosional
Kucing adalah sahabat emosional yang luar biasa. Berinteraksi dengan mereka, terutama saat suasana sunyi di malam hari, terbukti efektif mengurangi rasa kesepian, kecemasan, hingga gejala depresi ringan yang sering muncul sebelum tidur.
Sentuhan fisik saat membelai kucing memicu otak melepaskan hormon oksitosin atau "hormon cinta". Hormon ini menciptakan perasaan bahagia dan aman, sehingga tubuh Anda lebih cepat masuk ke mode relaksasi yang dalam (sistem saraf parasimpatik).
Sensasi berat tubuh kucing yang lembut di atas kaki atau di samping badan memberikan efek serupa dengan weighted blanket (selimut pemberat). Hal ini membantu pikiran yang tadinya semrawut menjadi lebih tenang, sehingga proses menuju lelap jadi jauh lebih mudah dan berkualitas.
3. Memberikan Rasa Aman Ekstra di Malam Hari
Malam yang sunyi seringkali memicu rasa waswas atau pikiran negatif. Di sinilah peran kucing sebagai "penjaga" non-tradisional muncul. Meski tidak menggonggong seperti anjing, insting waspada kucing sangat tajam berkat pendengaran mereka yang sensitif.
Kucing akan bereaksi sekecil apa pun jika mendengar suara asing di sekitar rumah. Keberadaan makhluk hidup lain yang terjaga di samping Anda memberikan ketenangan psikologis bahwa Anda tidak sendirian menghadapi kegelapan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
