seseorang yang terlalu sering meminta maaf./Freepik/DC Studio
JawaPos.com - Pernahkah Anda mengatakan “maaf” bahkan ketika Anda tidak melakukan kesalahan apa pun?
Mungkin saat seseorang menabrak Anda, tetapi justru Anda yang lebih dulu meminta maaf. Atau ketika suasana menjadi canggung, Anda merasa perlu meminta maaf hanya untuk meredakan ketegangan.
Kebiasaan ini sering dianggap sepele. Namun dalam psikologi, kecenderungan untuk meminta maaf meski tidak bersalah dapat mencerminkan pola kepribadian, pengalaman masa lalu, serta cara seseorang memandang hubungan sosial.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (25/2), terdapat sembilan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang-orang yang cenderung meminta maaf bahkan ketika itu bukan kesalahan mereka.
1. Sangat Empatik
Orang yang mudah meminta maaf biasanya memiliki empati yang tinggi. Mereka sangat peka terhadap perasaan orang lain dan cepat menangkap perubahan emosi di sekitarnya.
Ketika ada ketegangan kecil saja, mereka merasa tidak nyaman dan terdorong untuk memperbaiki situasi — bahkan jika itu berarti mengambil tanggung jawab yang bukan miliknya.
Empati adalah kualitas positif. Namun tanpa batas yang sehat, empati bisa berubah menjadi kebiasaan memikul beban emosional orang lain.
Baca Juga: KPK Tetapkan Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu Tersangka Baru Dugaan Suap Importasi
2. Takut Konflik
Salah satu alasan paling umum seseorang meminta maaf tanpa kesalahan adalah menghindari konflik. Mereka mungkin tumbuh dalam lingkungan yang penuh pertengkaran, sehingga belajar bahwa cara tercepat untuk menghentikan konflik adalah dengan “mengalah”.
Menurut teori pembelajaran sosial, pola seperti ini bisa terbentuk sejak kecil dan terbawa hingga dewasa. Permintaan maaf menjadi alat untuk menjaga kedamaian.
3. Harga Diri yang Rentan
Orang dengan harga diri yang rapuh cenderung lebih mudah menyalahkan diri sendiri. Mereka sering berpikir, “Mungkin memang aku yang salah,” bahkan tanpa bukti jelas.
Alih-alih mengevaluasi situasi secara objektif, mereka secara otomatis menempatkan diri sebagai pihak yang bersalah. Permintaan maaf menjadi refleks spontan.
4. Kebutuhan Tinggi untuk Disukai

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
