
seseorang yang selalu meminta penjelasan./ Freepik/pressfoto
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan orang yang tampaknya selalu membutuhkan penjelasan tambahan: “Maksudmu apa?”, “Kamu yakin?”, “Aku salah ya?”, atau “Coba jelasin lagi.” Sekilas, kebiasaan ini terlihat wajar—bahkan bisa dianggap sebagai bentuk kehati-hatian, ketelitian, atau keinginan untuk memahami sesuatu dengan lebih baik.
Namun, menurut perspektif psikologi, perilaku meminta penjelasan secara terus-menerus juga bisa menjadi sinyal adanya ketidakamanan (insecurity) batin yang tidak disadari.
Ketidakamanan bukan berarti seseorang lemah atau bermasalah secara mental. Banyak orang yang tampak percaya diri di luar, tetapi menyimpan kecemasan dan keraguan di dalam.
Salah satu cara ketidakamanan itu muncul adalah melalui pola komunikasi: kebutuhan akan validasi, konfirmasi, dan penjelasan yang berulang-ulang.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (6/2), terdapat 7 tanda ketidakamanan psikologis yang sering muncul pada orang yang terus-menerus meminta penjelasan—bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membantu memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih empatik.
1. Takut Salah Paham dan Takut Ditolak
Orang yang insecure sering hidup dengan ketakutan akan penolakan. Mereka sangat sensitif terhadap kemungkinan disalahpahami. Akibatnya, mereka merasa perlu meminta penjelasan berulang kali agar tidak membuat kesalahan interpretasi.
Di balik pertanyaan yang terlihat sederhana seperti “Kamu marah nggak sama aku?” atau “Ini kamu serius atau bercanda?”, sering tersembunyi kecemasan besar: “Kalau aku salah paham, aku bisa kehilangan hubungan ini.”
Secara psikologis, ini berkaitan dengan fear of rejection dan attachment insecurity, di mana seseorang merasa hubungan sosialnya rapuh dan mudah hancur.
2. Kurangnya Kepercayaan Diri dalam Menilai Situasi
Orang yang terus-menerus meminta penjelasan sering kali tidak percaya pada penilaiannya sendiri. Mereka ragu dengan interpretasi pribadi terhadap ucapan, ekspresi, atau situasi sosial.
Alih-alih berpikir, “Sepertinya maksudnya begini,” mereka lebih memilih bertanya, “Sebenarnya maksud kamu apa?” berulang kali.
Ini mencerminkan:
rendahnya self-trust (kepercayaan pada diri sendiri),
ketergantungan pada orang lain sebagai penentu kebenaran,
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022