Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Januari 2026 | 03.43 WIB

Orang Berusia di Atas 70 Tahun yang Dapat Mengingat Detail Kecil dari Masa Kecil Sering Kali Menunjukkan 8 Kekuatan Memori Jangka Panjang Ini

seseorang yang mengingat detail kecil dari masa kecil./Freepik/freepik - Image

seseorang yang mengingat detail kecil dari masa kecil./Freepik/freepik

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang beranggapan bahwa daya ingat akan selalu menurun. Namun, psikologi modern menunjukkan gambaran yang jauh lebih menarik dan optimistis.

Faktanya, tidak semua jenis memori melemah seiring penuaan. Pada banyak individu berusia di atas 70 tahun, kemampuan mengingat detail kecil dari masa kecil—seperti aroma dapur rumah lama, suara sepeda di jalan desa, atau warna seragam sekolah—justru menjadi tanda kekuatan memori jangka panjang yang luar biasa.

Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai ketahanan memori autobiografis, yaitu kemampuan otak untuk menyimpan dan mengakses pengalaman emosional yang bermakna dalam jangka waktu puluhan tahun.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (25/1), jika seseorang di usia lanjut masih dapat mengingat detail-detail kecil dari masa kecilnya dengan jelas, hal ini sering kali mencerminkan delapan kekuatan memori jangka panjang berikut.

1. Penyimpanan Memori Autobiografis yang Kuat

Memori autobiografis adalah ingatan tentang peristiwa pribadi yang membentuk identitas seseorang. Orang lanjut usia yang masih dapat mengingat detail masa kecil menunjukkan bahwa otaknya mampu menyimpan informasi personal dalam waktu yang sangat panjang.

Menurut psikologi kognitif, memori jenis ini sangat berkaitan dengan identitas diri. Artinya, semakin kuat memori autobiografis seseorang, semakin stabil pula rasa “siapa diri mereka” di sepanjang hidup. Ini bukan sekadar ingatan, tetapi fondasi kepribadian.

2. Koneksi Emosional yang Mendalam terhadap Ingatan

Ingatan yang bertahan puluhan tahun hampir selalu terikat dengan emosi. Orang berusia di atas 70 tahun yang mampu mengingat detail kecil dari masa kecil biasanya memiliki koneksi emosional yang kuat terhadap pengalaman tersebut.

Psikologi menjelaskan bahwa emosi berfungsi seperti “lem perekat” bagi memori. Kenangan yang disertai rasa bahagia, haru, takut, atau cinta akan disimpan lebih dalam oleh otak dan lebih mudah dipanggil kembali, bahkan setelah waktu yang sangat lama.

3. Aktivasi Area Otak yang Terkait dengan Memori Jangka Panjang

Kemampuan mengingat detail masa kecil menunjukkan bahwa area otak seperti hipokampus dan korteks prefrontal masih bekerja secara efektif dalam mengakses memori lama.

Menariknya, penelitian psikologi dan neurosains menunjukkan bahwa memori lama sering kali lebih stabil dibandingkan memori baru pada usia lanjut. Inilah sebabnya mengapa seseorang mungkin lupa apa yang dimakan kemarin, tetapi sangat jelas mengingat rumah masa kecilnya.

4. Kemampuan Rekonstruksi Memori yang Baik

Memori bukanlah rekaman video yang diputar ulang, melainkan proses rekonstruksi. Orang lanjut usia yang dapat mengingat detail kecil—seperti cuaca pada hari tertentu atau pakaian yang dikenakan saat kecil—menunjukkan kemampuan rekonstruksi memori yang baik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore