Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Januari 2026 | 15.52 WIB

Orang yang Membutuhkan Segelas Teh atau Kopi untuk Bersantai Setiap Malam Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membutuhkan segelas kopi di malam hari


JawaPos.com - Bagi sebagian orang, malam hari bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah ruang jeda—saat tubuh berhenti berlari, pikiran mulai melambat, dan hati mencari ketenangan. Di momen inilah segelas teh hangat atau secangkir kopi menjadi teman setia. Bukan semata soal rasa atau kafein, tetapi ritual kecil yang memberi rasa aman dan nyaman.

Dilansir dari Geediting pada MInggu (18/1), menurut psikologi, kebiasaan sederhana seperti ini sering kali berkaitan dengan pola kepribadian tertentu. Orang yang membutuhkan—bukan sekadar menginginkan—teh atau kopi di malam hari untuk bersantai, biasanya memiliki ciri psikologis yang khas. Kebiasaan tersebut mencerminkan cara mereka mengelola emosi, stres, dan hubungan dengan diri sendiri.

Lantas, ciri kepribadian apa saja yang umumnya mereka miliki?

Orang yang sengaja meluangkan waktu untuk duduk tenang sambil menikmati teh atau kopi biasanya peka terhadap kondisi batinnya sendiri. Mereka tahu kapan tubuh lelah, kapan pikiran penuh, dan kapan perlu berhenti sejenak.

Dalam psikologi, ini disebut self-awareness—kemampuan mengenali emosi dan kebutuhan diri. Ritual minum di malam hari menjadi sinyal bahwa mereka sadar: hari telah usai, dan diri mereka pantas mendapatkan waktu untuk bernapas.

Segelas minuman hangat sering menjadi “pintu masuk” menuju perenungan. Orang-orang ini kerap memanfaatkan momen tersebut untuk memikirkan hari yang telah berlalu—apa yang berhasil, apa yang kurang, dan apa yang bisa diperbaiki.

Mereka bukan tipe yang hidup serba impulsif. Sebaliknya, mereka lebih nyaman menganalisis pengalaman hidup secara perlahan, menjadikannya pelajaran batin, bukan beban pikiran.

3. Menghargai Rutinitas sebagai Sumber Ketenangan

Menurut psikologi perilaku, rutinitas kecil yang konsisten dapat memberi rasa kontrol dan stabilitas emosional. Orang yang selalu membutuhkan teh atau kopi di malam hari biasanya menemukan ketenangan justru dari pola yang berulang.

Ini menandakan kepribadian yang menghargai keteraturan. Mereka mungkin tidak kaku, tetapi merasa lebih aman ketika hidup memiliki “ritme” yang bisa diandalkan, terutama setelah hari yang penuh tuntutan.

4. Lebih Tenang dalam Mengelola Stres

Alih-alih melampiaskan stres secara impulsif, mereka memilih cara yang lebih lembut. Minum teh atau kopi menjadi bentuk coping mechanism yang sehat—cara menenangkan diri tanpa merusak.

Psikologi melihat ini sebagai tanda regulasi emosi yang cukup matang. Mereka tahu bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan malam itu juga; sebagian cukup dihadapi dengan ketenangan.

5. Cenderung Intropektif, Bukan Antisosial

Banyak orang keliru mengira kebiasaan menikmati minuman sendiri di malam hari sebagai tanda antisosial. Padahal, sering kali ini justru ciri kepribadian intropektif—orang yang mendapatkan energi dari keheningan, bukan keramaian.

Mereka tetap bisa hangat dan peduli pada orang lain, tetapi membutuhkan waktu sendiri untuk “mengisi ulang” emosi. Teh atau kopi menjadi simbol kebersamaan dengan diri sendiri.

6. Sensitif terhadap Kenyamanan Sensorik

Aroma teh, pahit-manis kopi, uap hangat yang naik perlahan—semua ini memberi stimulasi sensorik yang menenangkan. Orang yang membutuhkan ritual ini biasanya lebih sensitif terhadap detail kenyamanan kecil.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore