
seseorang yang suka menonton ulang acara yang sama./Freepik/pressmaster
JawaPos.com - Di era tontonan tanpa batas, hampir setiap minggu ada serial baru, film baru, bahkan reality show segar yang mengundang rasa penasaran.
Namun, sebagian orang justru memilih untuk menonton ulang acara lama yang sudah mereka tahu alurnya.
Sebagian mungkin menganggap kebiasaan ini membosankan atau tak kreatif—padahal, menurut psikologi, kebiasaan ini justru menunjukkan kekuatan mental yang unik dan jarang dimiliki banyak orang.
Menonton ulang bukan sekadar kegiatan mengisi waktu.
Ada alasan emosional, kognitif, bahkan spiritual di baliknya.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (6/110, orang yang menikmati pengalaman familiar sering memiliki karakter yang matang, stabil, dan selektif.
Mereka mendahulukan kenyamanan batin dibanding sekadar mengikuti tren.
Lantas, apa saja kekuatan mental langka yang tersimpan di balik kebiasaan ini?
Mari kita telusuri bersama.
1. Anda Memiliki Kemampuan Regulasi Emosi yang Sangat Stabil
Ketika seseorang menonton ulang acara yang sama, ia sebenarnya sedang membangun zona aman mental.
Alur yang sudah dikenali membuat otak tidak perlu bersiap menghadapi kejutan emosional.
Baca Juga: 10 Wisata Terbaru di Yogyakarta 2025 yang Wajib Dikunjungi, Spotnya Keren dan Instagramable!
Psikologi menyebutnya sebagai bentuk emotion regulation—kemampuan menstabilkan emosi.
Artinya, Anda mampu memilih suasana yang ingin Anda rasakan, bukan dikuasai oleh lingkungan.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
