Ilustrasi seseorang ynag memiliki kecerdasan emosional
JawaPos.com – Tidak semua orang yang cerdas secara akademis mampu menghadapi tekanan atau konflik dengan tenang. Sering kali, justru mereka yang mampu mengendalikan emosi dan memahami perasaan orang lain yang lebih sukses dalam karier maupun kehidupan sosial. Kemampuan ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional atau emotional intelligence (EQ).
Menurut Allan Fadlansyah, seorang konselor dan kreator konten di TikTok, kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, serta mengatur emosi—baik emosi diri sendiri maupun orang lain. Ia menekankan bahwa orang dengan EQ tinggi bukan berarti tidak pernah marah atau sedih, melainkan tahu kapan dan bagaimana mengekspresikannya secara tepat.
Sementara itu, psikolog Bernadette Gainara melalui kanal TikTok-nya menyebut bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang memiliki EQ tinggi biasanya mampu menjaga hubungan sosial tetap harmonis, mengelola stres dengan baik, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Konten kreator Helena Jessicca juga menambahkan bahwa kecerdasan emosional bukan sifat bawaan, melainkan kemampuan yang bisa dilatih. Melalui kesadaran diri dan refleksi, siapa pun dapat mengembangkan cara berpikir dan bereaksi yang lebih dewasa secara emosional.
1. Mampu Mengenali dan Mengendalikan Emosi Sendiri
Orang dengan EQ tinggi tidak mudah terbawa emosi. Mereka memahami penyebab dari perasaan yang muncul dan tahu bagaimana mengelolanya tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Allan Fadlansyah, kemampuan mengenali emosi adalah langkah pertama dalam membangun keseimbangan mental. Misalnya, saat merasa marah, seseorang dengan EQ tinggi tidak langsung bereaksi impulsif, melainkan memilih untuk menenangkan diri sebelum berbicara.
Kesadaran terhadap emosi ini membantu mereka tetap rasional meskipun dalam situasi sulit.
2. Memiliki Empati yang Tinggi terhadap Orang Lain
Salah satu ciri paling jelas dari kecerdasan emosional adalah empati. Menurut Bernadette Gainara, empati bukan hanya tentang merasa iba, tetapi juga kemampuan memahami apa yang dirasakan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri.
Orang yang memiliki empati tinggi bisa menempatkan diri di posisi orang lain, mendengarkan dengan tulus, dan memberikan respons yang penuh pengertian. Inilah alasan mereka sering dipercaya banyak orang untuk menjadi teman curhat atau rekan kerja yang suportif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022