Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Oktober 2025 | 14.28 WIB

Ada Udang di Balik Batu, Ini 5 Penyebab Sifat Pencari Perhatian Dalam Diri Seseorang!

Ilustrasi pencari perhatian. (Pexels) - Image

Ilustrasi pencari perhatian. (Pexels)

JawaPos.com - Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki beragam sifat dan kepribadian yang membentuk cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Kamu tentu pernah menjumpai berbagai tipe kepribadian yang berbeda, termasuk orang yang cenderung dikenal sebagai pencari perhatian.

Sesuai namanya, orang dengan sifat ini sering berusaha melakukan berbagai cara agar menjadi pusat perhatian. Mulai dari tindakan sederhana seperti membagikan cerita pribadi hingga perilaku yang berlebihan seperti bermain peran sebagai korban (victim blaming), semua dilakukan demi mendapat pengakuan atau simpati dari orang lain.

Namun, bila dilakukan secara berlebihan, perilaku ini bisa berdampak negatif, tidak hanya bagi orang di sekitarnya, tetapi juga bagi dirinya sendiri.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat seseorang memiliki sifat pencari perhatian? Tentu ada alasan atau faktor psikologis yang melatarbelakanginya.

Dilansir dari Healthline dan Very Well Mind, berikut enam penyebab umum yang bisa membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mencari perhatian.

1. Kesepian

Penyebab pertama dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah kesepian. Sebagaimana namanya, kesepian adalah perasaan ketika seseorang merasa sendiri karena aspek eksternal maupun aspek internal.

Rasa kesepian ini kemudian mendorong keinginan untuk mencari perhatian, yang bisa berlaku ke hampir sama orang yang mengalami rasa kesepian. Bahkan orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian sekalipun bisa berubah menjadi orang yang menginginkan perhatian ketika mereka merasa kesepian.

2. Masa Kecil Buruk

Penyebab kedua dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah masa kecil yang buruk. Ada banyak kejadian di masa lalu yang bisa membentuk bagaimana seseorang memiliki kepribadian di masa mereka dewasa.

Contohnya seseorang yang memiliki masalah ketika ia kecil bisa mendorong rasa pencari perhatian ketika mereka dewasa. Masalah-masalah yang dimaksud bisa jadi penyiksaan trauma tidak dicintai depresi rasa marah berlebih dan masih banyak lagi.

Hal-hal yang terjadi di masa kecil tersebut kemudian membentuk bagaimana ia berpikir dan bersikap di kemudian hari. Masa kecil tersebut bisa mendorong seseorang berperilaku pencari perhatian hingga ke tahap yang berlebihan.

3. Rasa Cemburu

Penyebab ketiga dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah rasa cemburu. Cemburu yang dimaksud tidak hanya cemburu kepada pasangan lawan jenis namun juga cemburu kepada teman ataupun seseorang secara spesifik.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore