
Dua orang sedang berjabat tangan di kantor, menunjukkan kekuatan bahasa yang membuat mereka merasa dihargai./Freepik
JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang yang baru dikenal seringkali terasa seperti berjalan di atas tali, di mana Anda ingin memberikan kesan baik sekaligus tetap autentik dan tulus.
Inti dari komunikasi yang efektif adalah membuat orang lain merasa istimewa, diperhatikan, dan dihargai, melansir dari Global English Editing Minggu (26/10).
Bahasa memiliki kekuatan luar biasa untuk mencapai hal ini; bukan hanya tentang apa yang Anda katakan, tetapi juga tentang bagaimana cara mengucapkannya dengan penuh penghargaan.
Dengan beberapa kata yang tepat, Anda dapat mengubah hari orang asing dan membuat mereka merasa sangat dihargai dalam waktu singkat.
Sepuluh frasa berkelas ini ditemukan dari riset mendalam di bidang komunikasi dan psikologi tentang cara membangun koneksi.
Frasa tersebut menunjukkan rasa hormat dan apresiasi, yang secara psikologis sangat dibutuhkan oleh setiap orang.
Mari kita telaah lebih lanjut sepuluh ungkapan sederhana yang dapat menciptakan suasana positif dan membangun jembatan interaksi.
1. "Senang bertemu dengan Anda"
Ungkapan sederhana ini membawa dampak mendalam karena menyampaikan penerimaan dan apresiasi, yaitu hal yang dicari orang dalam interaksi sosial. Pertemuan pertama adalah langkah menuju sesuatu yang tidak pasti, sehingga kata-kata yang diucapkan memiliki bobot besar. Frasa ini bertindak sebagai pemecah kebekuan yang menciptakan suasana positif dan membuat orang asing merasa dihargai sejak awal. Mengatakan hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengannya.
2. "Itu pertanyaan yang bagus"
Tanggapan Anda terhadap suatu pertanyaan dapat menentukan arah jalannya percakapan. Kalimat sederhana ini memvalidasi rasa ingin tahu penanya dan membuatnya merasa cerdas dan dihargai. Mengucapkan frasa tersebut juga memberikan Anda waktu sejenak untuk mengumpulkan pikiran sebelum memberikan jawaban lengkap. Semua orang ingin merasa pintar dan diakui kecerdasannya, sehingga mengakui pertanyaan mereka adalah cara tepat untuk membuatnya dihargai.
3. "Saya menghargai kejujuran Anda"
Kejujuran adalah komoditas yang kadang langka, apalagi saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal di suatu acara. Dibutuhkan keberanian untuk bersikap jujur, oleh karena itu mengakui kejujuran seseorang dengan frasa ini akan sangat berarti. Ungkapan ini menciptakan lingkungan kepercayaan dan keterbukaan, meyakinkan mereka bahwa mereka berada di ruang aman tanpa penghakiman. Frasa ini merupakan cara yang berkelas untuk membuat orang lain merasa dihargai atas keaslian dan keberaniannya.
4. "Saya bisa mengerti mengapa Anda merasa begitu"
Validasi adalah kunci dalam setiap percakapan, terutama dengan orang asing; ini bukan tentang setuju, melainkan tentang memahami perspektifnya. Frasa ini menunjukkan empati dan pengertian, yang berarti Anda mendengarkan dan menghormati perasaan mereka. Mengucapkan hal ini tidak berarti Anda memihak, melainkan mengakui emosi dan perspektif mereka. Merasa dihargai tidak selalu tentang persetujuan, melainkan tentang merasa didengarkan dan dilihat.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
