
Ilustrasi dua orang yang duduk bersebelahan, salah satunya tampak tenang dan mendengarkan dengan penuh perhatian, sementara yang lain terlihat gelisah./Freepik
JawaPos.com - Menavigasi hubungan asmara memang sering terasa seperti berlayar di perairan yang belum dipetakan. Di tengah gelombang dan arus, kedewasaan emosional berfungsi sebagai kompas. Hal ini dapat membimbing kita menuju hubungan yang lebih sehat dan memuaskan.
Melansir dari Geediting.com Selasa (14/10), kedewasaan emosional adalah atribut yang membantu kita memahami serta mengelola emosi.
Atribut ini berguna bagi diri sendiri dan juga emosi pasangan kita. Ada tujuh tanda yang menurut psikologi mengindikasikan bahwa Anda adalah pihak yang lebih matang emosional.
1. Nyaman dengan Emosi Diri Sendiri
Pilar mendasar dari kedewasaan emosional adalah selaras dengan emosi sendiri. Kita dapat mengatasinya secara efektif tanpa kehilangan kendali atau merusak hubungan. Menerima emosi apa adanya, alih-alih menekannya, adalah kunci kematangan.
Anda mampu menghadapi dan mengolah perasaan secara konstruktif. Jika Anda nyaman mengekspresikan emosi dengan baik, itu adalah tanda pertama kedewasaan.
2. Mampu Berempati dengan Pasangan
Empati adalah kunci utama kedewasaan emosional dalam hubungan. Ini berarti berusaha sungguh-sungguh untuk memahami perasaan pasangan, bukan hanya bersimpati. Anda mampu menempatkan diri pada posisi pasangan untuk memahami perspektifnya.
Jika Anda sensitif terhadap perasaan dan emosi pasangan, ini menunjukkan Anda sangat dewasa emosional. Empati membantu membangun jembatan pemahaman.
3. Tidak Takut Menghadapi Konflik
Konflik memang tidak terhindarkan dalam hubungan apa pun yang dijalani oleh dua insan. Namun, orang yang dewasa emosional melihat konflik sebagai peluang untuk pertumbuhan bersama. Mereka tidak menghindar, melainkan menghadapinya secara terbuka.
Anda akan membahas masalah secara jujur dan tidak menyembunyikannya di bawah karpet. Cara ini akan memperkuat ikatan emosional di antara Anda berdua.
4. Bertanggung Jawab Atas Tindakan Sendiri
Mengakui kesalahan dan mengambil kepemilikan atas tindakan adalah indikasi kuat kedewasaan emosional. Ini berarti mengakui saat Anda salah dan berupaya memperbaikinya, alih-alih menyalahkan orang lain. Anda menunjukkan empati dan keandalan yang tinggi.
Anda tidak ragu untuk meminta maaf ketika keliru, bahkan jika itu sulit. Ini adalah contoh nyata kematangan emosional dalam praktik sehari-hari.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
