
Ilustrasi seseorang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, dikelilingi bungkus makanan ringan, fokus menonton serial di akhir pekan./Freepik
JawaPos.com - Menonton serial secara maraton atau binge-watching telah menjadi kegiatan akhir pekan yang sangat umum di era streaming saat ini.
Orang-orang sering menghabiskan seluruh waktu luang mereka untuk tenggelam dalam sebuah cerita. Kebiasaan ini sebenarnya bukan hanya sekadar hiburan biasa.
Melansir dari Geediting.com Jumat (3/10), kebiasaan maraton ini ternyata sering kali terkait dengan tujuh sifat psikologis tertentu.
Memahami sifat-sifat ini dapat memberi kita wawasan lebih dalam tentang kebutuhan batin para penonton. Mari kita simak ketujuh sifat yang sering muncul menurut psikologi tersebut.
1. Keinginan Mendalam untuk Penutupan (Closure)
Ada daya tarik dalam menonton maraton yang memenuhi kebutuhan dasar manusia akan penyelesaian. Para penonton maraton merasakan dorongan psikologis untuk melihat sebuah kisah diselesaikan. Sifat ini juga sering ditunjukkan melalui kepuasan yang tinggi saat seseorang mampu menyelesaikan tugas dalam sekali duduk.
2. Empati yang Tinggi (Empathy Overload)
Satu di antara sifat yang menonjol adalah tingkat empati yang lebih tinggi dari biasanya. Penonton maraton cenderung terhubung secara mendalam dengan perjuangan dan kemenangan karakter fiksi. Empati yang intens ini sering kali meluas ke interaksi dalam kehidupan nyata mereka.
3. Kecenderungan Menunda (Procrastination Tendencies)
Orang yang melakukan maraton serial sering kali memiliki kecenderungan untuk menunda tugas dan tanggung jawab. Menonton serial adalah cara mereka melarikan diri dari tekanan dan tuntutan sehari-hari. Meskipun memberikan kelegaan sementara, kebiasaan ini tidak menghilangkan tanggung jawab mereka.
4. Kehausan akan Koneksi (Quest for Connection)
Perilaku maraton serial ini bukan hanya tentang melihat karakter fiksi semata. Namun, ini juga tentang koneksi emosional yang terjalin saat menonton. Penonton maraton menjalin ikatan emosional dengan karakter, bahkan merasakan kenyamanan dalam perjuangan mereka.
5. Kemampuan untuk Imersi dalam Realitas Alternatif
Penonton maraton memiliki kemampuan unik untuk tenggelam sepenuhnya dalam dunia fiksi untuk waktu yang lama. Menurut psikologi, imersi ini dapat menjadi cara unik untuk mengatasi kenyataan hidup. Ini menunjukkan kapasitas mereka untuk sepenuhnya menanamkan diri dalam sebuah kisah yang menarik.
6. Paradoks Kenyamanan dalam Kesendirian

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
