Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 20.34 WIB

7 Karakteristik Psikologis yang Sering Dimiliki Mereka yang Terjebak Menggulir Ponsel Larut Malam

Ilustrasi tangan memegang ponsel dengan layar menyala dalam ruangan gelap, di samping jam dinding yang menunjukkan pukul larut malam./Freepik - Image

Ilustrasi tangan memegang ponsel dengan layar menyala dalam ruangan gelap, di samping jam dinding yang menunjukkan pukul larut malam./Freepik

JawaPos.com - Kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti saat larut malam adalah masalah umum di era digital ini. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.

Psikologi mengatakan perilaku ini sering dikaitkan dengan beberapa sifat kepribadian tertentu.

Melansir dari Geediting.com Kamis (2/10), ada tujuh karakteristik psikologis yang biasanya ditampilkan oleh orang-orang ini.

Mengidentifikasi sifat-sifat ini adalah langkah awal yang baik untuk memahami akar masalahnya. Mari kita telaah lebih lanjut tujuh sifat yang sering ditemukan tersebut.

1. Berorientasi pada Hadiah dan Bias Saat Ini

Otak mereka mendambakan hadiah instan, seperti notifikasi atau komentar, sebagai kemenangan kecil yang cepat. Mereka lebih memprioritaskan imbalan langsung daripada manfaat jangka panjang seperti tidur berkualitas. Inilah yang mendorong mereka untuk terus menggulir layar tanpa batas.

2. Kontrol Diri Menipis dan Sering Menunda Tidur

Mereka cenderung disiplin sepanjang hari. Namun, kontrol diri mereka memudar saat malam tiba, sehingga mudah menunda waktu tidur. Penundaan waktu tidur ini secara konsisten berhubungan dengan rendahnya kontrol diri dan kualitas tidur yang buruk.

3. Tipe "Burung Hantu" atau Aktif di Malam Hari

Orang-orang ini secara alami merasa lebih terjaga dan energik saat malam. Jam biologis mereka berlawanan dengan jadwal harian yang ada. Saat orang lain tidur, otak mereka masih terasa "menyala" sehingga mudah memulai aktivitas menggulir.

4. Meredakan Stres dengan Mencari "Waktu Pribadi"

Setelah menjalani hari yang sibuk, keheningan setelah pukul 10 malam terasa seperti waktu yang sepenuhnya milik mereka. Fenomena ini disebut revenge bedtime procrastination, yaitu mengorbankan tidur demi mendapatkan kembali otonomi. Mereka memilih waktu luang di malam hari, meskipun tahu akan berdampak buruk keesokan harinya.

5. Tingkat FOMO Tinggi dan Cenderung Merenung

Mereka sangat sensitif terhadap perasaan tertinggal atau fear of missing out (FOMO). Malam hari terasa seperti lotre informasi yang membuat pikiran mereka bertanya, "Jangan-jangan ada hal penting yang terlewat." Kekhawatiran ini menjaga otak tetap aktif dan merangsang perenungan yang mengganggu waktu tidur.

6. Sangat Peka terhadap Cahaya Layar dan Sinyal Siaga

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore