Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 23.04 WIB

Menyingkap 7 Sifat Psikologis Individu yang Sering Memutus Kontak Mata Saat Berinteraksi

Ilustrasi dua orang yang sedang berinteraksi, namun salah satu orang melihat ke samping, mencerminkan adanya pemutusan kontak mata./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berinteraksi, namun salah satu orang melihat ke samping, mencerminkan adanya pemutusan kontak mata./Freepik

JawaPos.com - Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat dan langsung di dunia.

Ketika seseorang berulang kali menghindar atau memutus tatapan mata, itu mengirimkan sinyal yang jauh lebih dalam daripada sekadar gugup. Kebiasaan ini sering kali merupakan cerminan dari dinamika internal yang kompleks.

Melansir dari Geediting.com Selasa (30/9), psikologi telah mengaitkan perilaku ini dengan tujuh sifat kepribadian yang berbeda. Memahami ciri-ciri ini membantu kita menafsirkan bahasa tubuh tersebut secara lebih akurat. Mari kita selami tujuh sifat yang mendasari perilaku memutus kontak mata.

1. Individu yang Introvert

Orang yang sering memutus kontak mata mungkin adalah seorang introvert sejati. Bagi mereka, interaksi sosial yang berlebihan dapat terasa sangat menguras energi. Mereka cenderung memproses pikiran secara internal, sehingga kontak mata yang lama terasa membebani.

2. Seorang Pemikir yang Mendalam

Memutus kontak mata bisa menjadi tanda pemikir yang mendalam sedang berkonsentrasi pada suatu isu. Mereka sering "melihat ke kejauhan" untuk fokus secara internal pada pemikirannya. Tindakan ini membantu mereka menganalisis dan menemukan solusi kreatif.

3. Berjuang dengan Harga Diri Rendah

Sering memutus kontak mata kadang kala mencerminkan perjuangan dengan harga diri yang rendah. Orang ini mungkin merasa tidak layak mendapat perhatian penuh dari orang lain. Mereka mungkin merasa kewalahan atau tidak nyaman dengan perhatian intens.

4. Lebih Sensitif dari Rata-Rata

Mereka mungkin adalah individu yang sangat sensitif yang memproses data sensorik lebih dalam. Kontak mata dapat terasa terlalu intens dan membanjiri mereka dengan isyarat emosional. Memutus kontak mata adalah cara otak mereka mengelola kelebihan informasi sensorik.

5. Menghargai Kejujuran Tinggi

Satu di antara sifat menarik, individu ini sangat menghargai kejujuran dan transparansi dalam hubungan. Mereka cenderung fokus pada penyampaian pikiran secara akurat daripada mempertahankan tatapan stabil. Mereka lebih memprioritaskan kebenaran dalam ucapannya.

6. Melindungi Diri Sendiri

Memutus kontak mata dapat menjadi mekanisme bawah sadar untuk melindungi diri dari potensi penilaian atau kritik. Mereka berusaha menciptakan ruang aman dengan menghindari tatapan langsung. Tindakan ini sering berakar dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore