Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 05.14 WIB

Orang yang Menghindari Kontak Mata Memiliki 9 Perilaku Terkait Kepercayaan Diri Menurut Psikologi

seseorang yang menghindari kontak mata./Sumber foto: Freepik/DC Studio - Image

seseorang yang menghindari kontak mata./Sumber foto: Freepik/DC Studio

JawaPos.com - Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat. Dalam banyak budaya, menatap mata lawan bicara dianggap sebagai tanda kepercayaan diri, keterbukaan, dan kejujuran. Sebaliknya, menghindari kontak mata sering kali disalahartikan sebagai tanda kebohongan atau ketidaknyamanan.

Namun, menurut psikologi, perilaku ini jauh lebih kompleks. Orang yang sering menghindari kontak mata tidak selalu memiliki niat negatif—justru sering kali berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri, pengalaman masa lalu, hingga cara otak mereka memproses interaksi sosial.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat 9 perilaku yang sering dimiliki oleh orang yang menghindari kontak mata, khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan diri:

1. Merasa Tidak Nyaman Menjadi Pusat Perhatian

Orang yang menghindari kontak mata biasanya tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian. Tatapan mata orang lain bisa terasa “menekan” atau membuat mereka merasa dinilai.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan self-consciousness yang tinggi—mereka terlalu sadar akan diri sendiri, sehingga merasa cemas terhadap bagaimana orang lain memandang mereka.

2. Memiliki Kepercayaan Diri yang Rendah

Salah satu penyebab paling umum adalah rendahnya kepercayaan diri. Mereka mungkin merasa tidak cukup baik, tidak menarik, atau takut membuat kesalahan.

Kontak mata bagi mereka terasa seperti “uji keberanian” yang sulit dilakukan.

3. Takut Dinilai atau Dikritik

Menghindari kontak mata bisa menjadi mekanisme perlindungan diri. Orang tersebut mungkin takut bahwa melalui tatapan mata, orang lain bisa “membaca” kekurangan mereka.

Ini sering terjadi pada individu yang pernah mengalami kritik keras atau penolakan di masa lalu.

4. Lebih Banyak Berpikir daripada Berinteraksi

Beberapa orang lebih fokus pada apa yang mereka pikirkan dibandingkan interaksi langsung. Saat berbicara, mereka mungkin melihat ke bawah atau ke samping karena sedang memproses informasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore