
Inilah Efek Belanja Impulsif untuk Pelarian Emosional dan Cara Menghentikannya (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa stres, lelah, atau bosan lalu mencoba menghibur diri dengan berbelanja? Awalnya terasa menyenangkan, ada rasa puas, semacam “reward” untuk diri sendiri. Namun, tidak lama setelah itu, perasaan bersalah mulai muncul. Jika situasi ini terdengar akrab denganmu, kamu tidak sendirian.
Fenomena ini disebut emotional spending atau belanja karena dasar emosi, misal karena stress, marah, atau sedih. Ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan pola psikologis yang membuat kita terjebak dalam lingkaran tanpa kendali.
Itu memang bisa membuat kita merasa baik sesaat. Itu karena setiap kali kita belanja, otak kita melepaskan dopamin, hormon yang memicu rasa senang dan puas. Bahkan sekadar menambahkan barang ke keranjang belanja online bisa memberi sensasi ini. Namun, yang diberi “reward” oleh otak bukanlah keputusan yang sadar, melainkan proses mengejar sensasi bahagia secara instan.
Sayangnya, semakin sering dilakukan, efeknya makin cepat hilang. Akhirnya membeli sekali saja tidak cukup, dan kita terus memburu perasaan lega sementara itu. Emotional spending pun menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Selain dopamin, belanja juga memberi ilusi kontrol. Saat hidup terasa kacau, membeli sesuatu bisa membuat kita merasa berkuasa untuk sesaat. Namun ironisnya, stres justru melemahkan kendali diri sehingga dorongan untuk berbelanja makin kuat.
Intinya meskipun terasa seperti solusi cepat, emotional spending membawa konsekuensi serius misalnya menjadi beban secara finansial, perasaan menyesal kemudian, hingga emosi yang akhirnya menumpuk karena hanya ditutupi dengan kebahagiaan sesaat.
Kabar baiknya, pola ini masih bisa diputus. Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba seperti dilansir dari kanal Youtube Psyh2go.
1. Buat Jeda Sebelum Ingin Belanja
Saat dorongan belanja muncul, jangan langsung menekan tombol “checkout”. Tanyakan pada diri sendiri dulu, Apakah aku benar-benar butuh ini? Apakah ini hanya untuk memperbaiki mood sementara? Jika ragu, tunggu 24 jam. Seringkali, keinginan itu akan hilang dengan sendirinya.
2. Cari Sumber “Dopamin” Lain
Belanja memberi rasa senang, tapi itu bisa digantikan dengan aktivitas lain. Misalnya, olahraga ringan, jalan kaki, atau yoga, menggambar, menulis, atau memasak, ngobrol dengan teman atau keluarga atau sekadar keluar rumah untuk menghirup udara segar.
3. Atur Keuanganmu dengan Bijak
Buat budget khusus untuk keinginan belanjamu. Misalnya, alokasikan dana kecil tiap bulan hanya untuk belanja bebas rasa bersalah. Atau gunakan sistem wishlist, tunggu seminggu sebelum membeli, dan lihat apakah barang itu masih terasa penting atau sekadar fomo saja.
4. Kenali Pemicu Emosionalmu
Apakah kamu cenderung belanja saat stres, bosan, atau kesepian? Dengan menyadari pemicu, kamu bisa mencari cara lain yang lebih sehat untuk mengatasinya, misalnya meditasi, journaling, atau sekadar istirahat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022