Ilustrasi seseorang mendengarkan lagu galau
JawaPos.com – Musik menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki genre favorit, mulai dari pop, rock, jazz, hingga klasik. Namun, ada satu fenomena menarik: lagu galau justru sering diputar, bahkan oleh orang yang sedang tidak patah hati. Pertanyaannya, mengapa banyak orang memilih mendengarkan lagu dengan lirik sedih?
Musik galau memiliki kekuatan emosional yang kuat. Dari penjelasan berbagai pakar psikologi, lagu-lagu bertema patah hati atau kesedihan bisa membantu seseorang memproses emosi. Menurut konten edukasi dari Kok Bisa?, musik dengan nuansa sendu bekerja seperti “katarsis”, yaitu cara melepas emosi yang terpendam agar tidak menumpuk di dalam diri.
Selain itu, psikolog Saskhya Aulia Prima menjelaskan bahwa mendengarkan lagu galau bukan berarti seseorang sedang lemah. Justru, lagu bernuansa melankolis dapat menjadi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa harus menceritakannya kepada orang lain. Inilah sebabnya, meskipun sedang bahagia, orang tetap bisa menikmati musik sedih karena otak menilai pengalaman emosional tersebut sebagai hal yang menenangkan.
Fenomena ini juga diperkuat oleh penjelasan beberapa kreator konten psikologi. Lagu galau membuat seseorang merasa “terhubung” dengan lirik, seolah-olah ada yang memahami kondisi mereka. Rasa keterhubungan ini mampu mengurangi perasaan kesepian. Maka tak heran, banyak orang justru merasa lega setelah mendengarkan lagu sedih, meski sebelumnya baik-baik saja.
Lebih jauh, mendengarkan musik galau juga bisa menjadi cara refleksi diri. Menurut kanal edukasi Satu Persen, manusia cenderung menggunakan lagu melankolis untuk memahami pengalaman pribadi, terutama yang berkaitan dengan hubungan dan kehilangan. Dengan mendengarkan lirik yang emosional, seseorang sering kali mampu melihat masalahnya dari sudut pandang baru.
Namun, ada pula sisi lain yang perlu diwaspadai. Mendengarkan lagu galau terlalu sering bisa memperkuat suasana hati negatif. Beberapa penelitian menunjukkan, paparan musik melankolis secara berlebihan bisa memperdalam rasa sedih atau bahkan memicu overthinking. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga keseimbangan dalam memilih playlist musik.
Meski begitu, bukan berarti lagu galau harus dihindari. Justru, bila digunakan dengan bijak, musik jenis ini bisa memberikan manfaat positif. Berikut beberapa alasan mengapa orang suka mendengarkan lagu galau:
Melepaskan emosi terpendam. Lagu galau membantu mengalirkan perasaan sedih atau kecewa.
Menciptakan rasa lega. Setelah menangis atau hanyut dalam lirik, seseorang biasanya merasa lebih ringan.
Meningkatkan empati. Lagu sedih membuat orang lebih peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain.
Menjadi media refleksi. Musik galau sering menjadi sarana untuk memahami pengalaman hidup.
Memberi rasa keterhubungan. Pendengar merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
