
Ilustrasi mindset positif (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Mungkin kalian sudah lelah mendengar kalimat ini: "Coba deh, berpikir positif," saat sedang mendapat masalah. Seolah-olah semua masalah hidup, termasuk depresi, bisa selesai hanya dengan senyuman atau afirmasi kosong.
Kenyataannya, orang yang sedang depresi justru paling sering jadi korban nasihat toxic positivity didorong untuk menutup mata dari realita. Padahal yang mereka butuhkan adalah ruang untuk merasa dan pemahaman yang nyata.
Namun, mari kita luruskan dulu. Pola pikir positif yang dimaksud dalam psikologi bukan sekadar ucapan "ayo semangat" tanpa makna. Justru, penelitian menunjukkan bahwa pola pikir optimis dan strategi coping yang sehat dapat memberikan perlindungan terhadap depresi.
Sebuah studi di jurnal The Role of Positive Emotion and Contributions of Positive Psychology in Depression Treatment: Systematic Review yang melibatkan 5.089 remaja menemukan bahwa mereka yang menggunakan strategi coping positif dan berpikir optimis memiliki risiko lebih rendah mengalami gejala depresi. Sebaliknya, mereka yang bergantung pada coping negatif justru lebih rentan terhadap depresi dan gangguan mental lainnya.
Artinya, membangun mindset positif bukan tentang menolak rasa sakit, melainkan tentang cara kita merespons rasa sakit itu. Dengan sudut pandang yang lebih sehat, kita bisa mengurangi kemungkinan depresi memburuk, atau bahkan mencegahnya berkembang lebih jauh.
Ingin mengetahui lebih lanjut tentang pola pikir positif dalam menghadapi depresi? Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari Green Valley Therapy.
1. Mulai dengan Rasa Syukur
Banyak orang mengira gratitude itu cuma sekadar "ayo bersyukur deh, lihat masih ada yang lebih susah dari kamu." Padahal, bukan itu maksudnya. Praktik syukur lebih ke arah melatih otak untuk menaruh perhatian pada hal-hal yang berjalan baik, meskipun kecil.
Contoh simpelnya, menulis tiga hal yang bikin kamu merasa tenang hari ini entah itu kopi pagi, obrolan dengan teman, atau sekadar bisa bangun tidur lebih segar. Konsistensi dalam hal kecil ini bisa perlahan-lahan menggeser fokus dari kekurangan menuju kelimpahan.
2. Tetapkan Tujuan Realistis
Banyak orang dengan depresi merasa hidup seperti maraton tanpa garis akhir. Karena itu, tujuan realistis jadi penting.
Bukan "tahun depan harus jadi miliarder", melainkan hal sederhana seperti "hari ini aku mau mandi tepat waktu" atau "aku akan balas satu pesan WhatsApp."
Saat tujuan-tujuan kecil ini tercapai, otakmu mendapatkan sinyal positif "aku bisa, aku sanggup."
Dari sini, lahirlah momentum positif yang jauh lebih sustainable dibanding ambisi besar yang akhirnya bikin kamu kewalahan.
3. Jaga Lingkaran Sosial yang Sehat

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
