
Menurut Psikologi, Ini Bedanya Introvert dan Antisosial, Jangan Sampai Salah Kaprah! (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu disebut “antisosial” hanya karena lebih suka menyendiri atau menolak ajakan nongkrong? Kalau iya, sebenarnya itu kurang tepat.
Banyak orang sering menyamakan introvert dengan antisosial, padahal keduanya sangat berbeda.
Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, introvert bukan berarti tidak bisa bersosialisasi, sementara antisosial justru punya kaitan dengan masalah kepribadian yang jauh lebih serius.
Nah, biar tidak salah kaprah lagi, yuk kita bahas perbedaan antara introvert dan antisosial.
1. Antisosial vs Asosial
Menurut American Psychological Association, antisosial merujuk pada perilaku yang menyimpang dari norma sosial dan bahkan bisa melanggar hak orang lain. Jadi, menyebut introvert sebagai antisosial jelas keliru. Istilah yang lebih tepat adalah asosial, yaitu cenderung menolak atau kurang tertarik pada interaksi sosial, tanpa merugikan orang lain.
2. Cara Bertindak di Lingkungan Sosial
Introvert biasanya nyaman dengan lingkaran kecil pertemanan. Mereka bisa hadir di acara sosial, tapi setelah itu butuh waktu menyendiri untuk mengisi ulang energi. Sebaliknya, orang dengan kepribadian antisosial bisa tampak ramah dan menyenangkan, tapi sering kali tidak peduli dengan benar atau salah, bahkan bisa bersikap manipulatif atau impulsif.
3. Perasaan yang Dialami
Studi menunjukkan introvert lebih rentan terhadap depresi karena menilai kebahagiaan dari kualitas hubungan yang lebih dalam. Sementara itu, individu dengan gangguan kepribadian antisosial (ASPD) sering kali lebih sering merasakan emosi negatif seperti marah atau dendam, tetapi sulit merasakan takut atau rasa bersalah.
4. Karakteristik Utama
Introvert dikenal reflektif, tenang, nyaman menyendiri, dan lebih suka menulis daripada berbicara. Mereka butuh waktu untuk mengambil keputusan dan sering mengandalkan imajinasi. Sebaliknya, orang dengan ASPD bisa menunjukkan sifat agresif, suka menyalahkan orang lain, manipulatif, bahkan melakukan tindakan merusak tanpa penyesalan.
5. Penyebab
Introversi maupun ekstroversi dipengaruhi oleh kombinasi genetik dan lingkungan. Misalnya, otak introvert lebih banyak aliran darah di lobus frontal yang berkaitan dengan memori dan pemecahan masalah. Sementara itu, penyebab pasti ASPD belum jelas, tetapi diyakini terkait faktor genetik, lingkungan masa kecil, hingga perkembangan otak.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
