Ilustrasi menggunakan sosial media dalam mencari validasi. (Freepik)
JawaPos.com – Pada era digital media sosial menjadi ruang utama bagi banyak orang untuk mencari pengakuan.
Tombol suka dan respons cepat dari warganet kerap memberi sensasi diterima serta dihargai.
Berikut 6 alasan utama yang mendorong seseorang mencari validasi di media sosial menurut pengamatan psikologi modern, seperti dilansir dari laman New York Weekly Magazine pada Jum'at (12/9).
Manusia pada dasarnya makhluk sosial yang membutuhkan penerimaan dari lingkungannya. Tombol suka menjadi simbol persetujuan instan yang menenangkan pikiran.
Setiap notifikasi memberi rasa bahwa keberadaan seseorang diakui. Hal ini mendorong pengguna terus mengunggah demi mempertahankan rasa diterima.
Setiap like memicu pelepasan dopamin, zat kimia otak yang menimbulkan rasa bahagia. Efek menyenangkan ini membuat orang ketagihan mengunggah konten baru. Sensasi ini serupa dengan perilaku mencari hadiah seperti berjudi. Akibatnya, validasi digital menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Banyaknya like sering dianggap sebagai tolok ukur nilai diri. Ketika unggahan mendapat respons positif, kepercayaan diri meningkat pesat. Namun, jumlah yang sedikit bisa menurunkan harga diri dengan cepat. Ketergantungan ini menciptakan harga diri yang rapuh dan mudah goyah.
Media sosial menampilkan potongan terbaik dari kehidupan orang lain. Melihat teman mendapat lebih banyak apresiasi memicu perasaan iri dan tidak mampu. Perbandingan ini menanamkan keyakinan keliru bahwa hidup orang lain selalu lebih baik. Akhirnya, seseorang mengejar validasi demi menyaingi citra tersebut.
Banyak pengguna berusaha membangun persona ideal agar terlihat menarik. Setiap like dianggap konfirmasi bahwa citra yang ditampilkan sesuai harapan publik. Hal ini menuntun pada kebiasaan mengatur unggahan agar selalu sempurna. Dorongan menjaga citra membuat validasi digital menjadi kebutuhan konstan.
Sebagian orang beralih ke media sosial karena kurangnya hubungan mendalam di kehidupan nyata. Suka dan komentar menjadi pengganti kehangatan interaksi tatap muka. Ketika dukungan offline minim, validasi daring terasa menenangkan. Kebiasaan ini memperkuat ketergantungan pada pujian virtual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022