Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 22.13 WIB

9 Ciri Perilaku Pria Cerdas tapi Kurang dalam Keterampilan Sosial, Apa Saja?

ciri perilaku pria cerdas tapi kurang dalam keterampilan sosial. (Freepik/ jcomp) - Image

ciri perilaku pria cerdas tapi kurang dalam keterampilan sosial. (Freepik/ jcomp)

JawaPos.com – Perilaku pria cerdas sering kali menonjol dalam berbagai aspek, tetapi tidak selalu diikuti dengan keterampilan sosial yang baik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kecerdasan tidak otomatis membuat seseorang mahir berinteraksi dengan lingkungannya.

Dalam kajian psikologi, perilaku pria seperti ini menarik untuk diamati karena memperlihatkan kontras antara sifat cerdas dan keterampilan sosial.

Membahas hubungan antara perilaku, sifat cerdas, dan keterampilan sosial memberi sudut pandang baru tentang dinamika kepribadian pria.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (12/9), bahwa ada sembilan ciri perilaku pria cerdas tapi kurang dalam keterampilan sosial.

  1. Mengubah percakapan menjadi presentasi satu arah

Ketika berbicara dengan orang lain, mereka cenderung memberikan penjelasan yang sangat mendetail dan komprehensif tentang suatu topik.

Setiap pertanyaan sederhana akan dijawab dengan analisis mendalam yang mencakup berbagai aspek dan nuansa yang mungkin tidak relevan dengan konteks percakapan.

Riset dari Harvard Business School menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak mengajukan pertanyaan lanjutan dalam percakapan ternyata lebih disukai dan dianggap lebih responsif.

Namun mereka justru melakukan hal sebaliknya dengan berasumsi bahwa lawan bicara menginginkan informasi lengkap, padahal hal ini justru menghilangkan dinamika alami dalam percakapan.

  1. Berasumsi orang lain tidak menyukai mereka

Setelah melakukan percakapan, mereka sering kali yakin bahwa lawan bicara merasa bosan atau menganggap mereka aneh.

Keyakinan ini muncul meskipun percakapan sebenarnya berjalan dengan baik dan normal.

Fenomena ini disebut "liking gap" dimana penelitian menunjukkan bahwa orang sistematis meremehkan seberapa besar mereka disukai oleh lawan bicara setelah percakapan pertama.

Akibatnya, mereka menghindari untuk menindaklanjuti atau menghubungi kembali orang tersebut, yang justru memperkuat keyakinan keliru bahwa tidak ada yang tertarik untuk berinteraksi dengan mereka.

  1. Menekan emosi secara berlebihan

Mereka memperlakukan emosi seperti kesalahan sistem yang perlu dihilangkan dan mempertahankan sikap rasional yang terkontrol sempurna.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore